Ulasan Film: 'Danur 2 Maddah'

Endro Priherdityo, CNN Indonesia | Sabtu, 31/03/2018 10:39 WIB
Ulasan Film: 'Danur 2 Maddah' 'Danur 2 Maddah' mengisahkan kembalinya Prilly Latuconsina menghadapi gangguan makhluk gaib yang mengganggu keluarga om dan tantenya. (Dok. MD Pictures via youtube)
Jakarta, CNN Indonesia -- Salah satu beban berat yang harus dirasakan film sekuel adalah ketika pendahulunya memiliki riwayat kesuksesan. Begitu juga yang terjadi pada Danur 2: Maddah.

Kesuksesan sang 'kakak', Danur: I Can See Ghosts yang tayang pada 2017 lalu mau tak mau menjadi tolok ukur bagi penonton yang penasaran dengan kisah Prilly Latuconsina selanjutnya di Maddah.

Namun sepertinya ekspektasi tinggi ketika akan menonton Maddah menjadi terlalu berlebihan, terutama bila Anda adalah penggemar film horor.



Secara umum, Maddah tak memiliki perbedaan berarti dibandingkan pendahulunya. Perbedaan hanya dari segi cerita -pastinya- dan juga sebagian pemeran film yang kembali mengangkat kisah nyata novelis Risa Saraswati itu.

Maddah dimulai dengan teror yang menghantui Risa (Prilly Latuconsina) berkat kemampuannya melihat dunia astral.

Mimpi pohon yang sama ketika di Danur: I Can See Ghost selalu membuat Risa terbangun dari tidurnya. Pohon itu adalah kenangan ketika ia harus berhadapan dengan hantu wanita bernama Asih.

Tapi kali ini tak ada Asih yang diperankan secara 'gila' oleh Shareefa Daanish seperti di film pertama, meski di Maddah hantunya masih bernuansa indo.


Risa kini sudah beranjak dewasa. Ia telah duduk di tingkat akhir perguruan tinggi. Namun ia masih sama seperti dahulu, kerap melihat hantu, pun masih berkawan dengan teman-teman gaib ciliknya.

Namun Risa masih belum bisa menerima kenyataan ia memiliki kemampuan yang berbeda dibanding orang kebanyakan itu. Hingga pada suatu kali, ia harus menerimanya demi menolong kerabatnya sendiri.

Risa harus menolong omnya sendiri, Achmad (Bucek Depp) yang kepincut hantu noni Belanda bernama Elizabeth. Gara-gara kepincut makhluk gaib, hubungan Achmad dengan istrinya, Tina (Sophia Latjuba) menjadi berantakan.

[Gambas:Instagram]

Awi Suryadi masih dipilih menjadi sutradara Maddah dan dibantu lagi oleh Lele Laila dan Risa Saraswati yang duduk menggarap kisah sekuel ini.

Secara umum, pilihan Awi membuat nuansa Maddah lebih gelap dibanding prekuelnya adalah pilihan yang baik, meski dalam beberapa bagian menjadi terlalu berlebihan.

Maddah menawarkan kisah cerita yang ingin menunjukkan kegalauan Risa akan kemampuan gaibnya. Namun sayangnya konflik dalam film ini kurang terasa.


Padahal, Maddah memiliki peluang yang amat baik untuk mengeksploitasi emosi drama dari Risa. Misal, ketika ia meduga Achmad selingkuh, atau ketika Risa harus menghadapi anggapan 'gila' dari sekelilingnya, termasuk dari adik yang pernah ia selamatkan, Riri.

Selain Risa, peluang mengeksplorasi drama tersebut bisa diambil dari konflik keluarga Tina dan Achmad. Dari keluarga kecil itu, hanya anak mereka, Angki (Shawn Adrian) yang benar-benar terlihat khawatir akan keutuhan keluarganya.

Namun Prilly patut diberi pujian. Karakter Risa tampaknya kini sudah melekat dengan Prilly dan kemampuan beraktingnya juga semakin membaik, khususnya ketika ia harus beradegan kesurupan.

[Gambas:Youtube]

Ditambah dengan fan yang fanatik di kalangan remaja, Prilly sejatinya menjadi faktor penting kesuksesan Danur 2: Maddah.

Hal itu terlihat dari perolehan penonton di hari pertama sejak tayang 28 Maret lalu. Danur: Maddah sukses menjual 170 ribu tiket di hari pertama dengan proyeksi pendapatan kotor sekitar Rp6,3 miliar (Rp37 ribu per tiket).

Berdasarkan perhitungan mandiri yang dilakukan CNNIndonesia.com, bila MD Pictures meningkatkan promosi selama akhir pekan Paskah, Danur 2: Maddah bakal mampu mendulang pendapatan melebihi prekuelnya lebih cepat. (end)


BACA JUGA