Amaroso Katamsi, 'Presiden Soeharto' di Dunia Film Indonesia

CNN Indonesia, CNN Indonesia | Selasa, 17/04/2018 08:05 WIB
Amaroso Katamsi, 'Presiden Soeharto' di Dunia Film Indonesia Amoro Katamsi yang meninggal Selasa (17/4) bukan hanya terkenal sebagai pemeran Presiden Soeharto dalam film 'G 30 S PKI' (1982). (DOk. MNC Pictures via youtube.com (Dendy Romadhon))
Jakarta, CNN Indonesia -- Amaroso Katamsi, sosok 'Presiden Soeharto' di film G 30 S PKI dikabarkan meninggal dunia pada Selasa (17/4). Sejak terkenal dalam film tersebut, ia bak menjadi Presiden Soeharto 'seumur hidup' dalam dunia film Indonesia.

Wajahnya, mimiknya, gesturnya, sampai suaranya pun mirip dengan mantan presiden sehingga mudah baginya menjadi sosok ikonis pemeran presiden 32 tahun di Indonesia itu.

Sang sutradara Arifin C Noer diketahui memilih Amaroso secara langsung untuk film Penumpasan Pengkhianatan G 30 S PKI pada 1982.


Film itu bukan hanya berhasil menjadi yang terlaris di bioskop Indonesia sejak 1984 sampai 1995 dan membawa pulang dua piala dari Festival Film Indonesia. Amoroso diunggulkan sebagai Pemeran Utama Pria Terbaik, tapi gagal bawa pulang piala.


Pengkhianatan G 30 S PKI juga wajib diputar di televisi setiap tahun dan anak-anak sekolah harus menontonnnya.

Amaroso ketika masih hidup mengaku ada beberapa alasan yang membuatnya tertarik mendalami peran sebagai Jenderal Soeharto.

"Karena saya aktor. Jadi, kalau ada peran menantang saya suka. Kedua, ceritanya menarik, ada sejarahnya," kata Amaroso pada 30 September 2017 lalu.

Dimulai dari film G 30 S PKI, peran Soeharto makin melekat padanya sejak pada 1982 ia memainkan sang presiden untuk film Djakarta 1966.


Hingga kini, sudah tiga kali aktor kelahiran 1940 itu memerankan Soeharto di layar lebar.

Yang terbaru untuk film Di Balik 98, yang tayang 2015 lalu. Film itu bercerita tentang demo 1998 yang dilihat dari beberapa sudut pandang: mahasiswa, etnis Tionghoa, militer, sampai presiden. Amoroso lagi-lagi memerankan Soeharto yang mengundurkan diri di situ.

Akting sudah menjadi dunia Amoroso Katamsi sejak 1976, meski ia sebenarnya bukan berlatar belakang aktor. Ia justru pensiunan TNI AL.

Pangkat terakhirnya Laksamana Pertama. Selain main film layar lebar sebagai Soeharto, ia juga ikut sinetron. Namun, filmnya pun tak melulu soal Soeharto.

Amaroso Katamsi, 'Presiden Soeharto' di Dunia Film IndonesiaAmaroso Katamsi sudah tiga kali aktor kelahiran 1940 itu memerankan Soeharto di layar lebar. (CNN Indonesia/Rayhand Purnama)

Film lain Amoroso termasuk Menanti Kelahiran (1976), Cinta Abadi (1976), Terminal Cinta (1977), Buah Terlarang (1979), Putri Seorang Jenderal (1981), dan banyak lainnya.

Menurutnya, sebelum berperan sebagai presiden RI kedua itu, ia sempat bertatap muka dengan Soeharto yang saat itu masih aktif sebagai Jenderal.

Namun, pertemuan tersebut merupakan observasi terhadap perilaku Soeharto. Keduanya bertemu di peternakan milik Soeharto di Tapos, Bogor.

"Bukan konsul [konsultasi]. Saya observasi langsung selama satu hari penuh. Saya minta izin observasi. Saya menghadap ke Tapos dan ikutin dia," kata Amaroso.


'Kesamaan' Amoroso dengan karakter Soeharto bukan hanya berkaitan dengan peran. Soal kekuasaan, ia juga sudah seperti sang jenderal.

"Waktu memerankan Soeharto pertama kali, film dibuat tahun 81, film yang sekarang [Di Balik 98] dibuat 2014, jaraknya ternyata 32 tahun, saya jadi berasa menguasai selama 32 tahun," Amoroso pernah berkata sembari berseloroh, 19 September 2017.

Menurut alumnus UGM itu, tidak susah memerankan kembali karakter Soeharto meski ia sudah bertahun-tahun tak kembali menjadi sang presiden ke-dua di Indonesia.

Katanya, ia tak perlu terlalu banyak mengubah karakternya, yang masih melekat padanya bertahun-tahun.

"Ya, itu ramah, tapi tidak hangat. Satu lagi, saya baru tau kalau beliau jago bahasa Inggris, saya soalnya tahu gunakan translater (penerjemah) melulu," kata Amaroso mengenang sosok Presiden Soeharto.

[Gambas:Youtube]

"Beliau saja tidak ada komentar apapun. Tidak ada, malah Bu Tin (istri Soeharto) yang ngomong. Kamu kok bisa ya, kan belom kenal lama sama bapak," tutur Amaroso menirukan ucapan Bu Tin.

Kabar Amaroso Katamsi meninggal dunia diketahui dari unggahan sastrawan Goenawan Mohammad di akun media sosialnya.

Amoroso sempat dirawat di RS TNI Angkatan Laut Mintoharjo, Bendungan Hilir, Jakarta Pusat. Ia dikabarkan wafat sekitar pukul 01.40 WIB. Belum diketahui penyakit apa yang diderita pria kelahiran Batavia, Hindia Belanda, 21 Oktober 1940 tersebut.

(end)