MUSIC AT NEWSROOM

Senandung Polka Wars tentang Pencipta sampai Makhluk Legenda

Muhammad Andika Putra | CNN Indonesia
Senin, 23 Apr 2018 20:23 WIB
Lagu-lagu di album perdana Polka Wars lebih banyak bersifat metafor, mereka bisa bicara keimanan lewat makhluk legenda serupa dinosaurus di Kongo. Album perdana Polka Wars banyak menggunakan metafor. (CNN Indonesia/Bisma Septalisma)
Jakarta, CNN Indonesia -- Axis Mundi, album perdana Polka Wars yang dirilis 2015 langsung mendapat respons positif. Pendengar karya band asal Jakarta itu juga penasaran dengan makna di balik nama albumnya.

Gitaris Billy Saleh menjelaskan, axis memiliki arti titik kordinat. Mundi, artinya dunia. Axis Mundi pun diartikan sebagai hubungan manusia secara horizontal dan vertikal.

"Jadi dalam album Axis Mundi itu banyak lagu yang menggambarkan hubungan antara manusia dengan Tuhan, hablumminallah, dan hubungan sesama manusia, hablumminannas. Semua harus seimbang," kata Billy saat mengunjungi kantor CNNIndonesia.com beberapa waktu lalu.


Salah satu lagu yang menggambarkan itu berjudul Horse's Hoove. Lagu itu bercerita tentang manusia dan penciptanya. Lewat lagu itu, Polka Wars lagu ingin menyampaikan bahwa manusia adalah makhluk kecil yang harus berkaca pada makhluk lain.

Berikut penggalan lirik lagu Horse's Hoove:

Needles ticks and currents drifts
Fleeting fest under two moons
In no time you'll stand on the line of fire
Seeking reflections between the waves

Lagu Caroline menceritakan kehidupan dari sudut pandang perempuan. Lagu yang ditulis basis Xandega Tahajuansya itu merupakan single pertama Polka Wars.


My childhood dream of being old and well
Depends on how frequent you light me in this shell
I am right and found when you're around
Give a peek on your gracious light so I'll know I'm right

Please, Just a little. make a conclusion out of this riddle
Drip it in front of the paths of his and hers, and moms and dads
Yes baby, it has guide me forth and I really hope it'll guide you too

Selain itu, ada lagu bertajuk Mokele yang mempertanyakan keimanan dalam diri sendiri. Lagu itu ditulis oleh vokalis sekaligus gitaris Karaeng Adjie (Aeng).

Aeng menjelaskan, Mokele Mbe-Mbe diambil dari nama makhluk legenda di Kongo yang hidup di sungai dan berbentuk seperti brontosaurus. Konon, Mokele Mbe-Mbe adalah makhluk baik.


Berikut penggalan lirik Mokele:

As the white dreams go static by the winds
While it wipes all the buildings and grounds
As the pearly gates closing unforeseen
Swallowed up by the hands of time

And all of the signs lead it in
It's turning the tide into fiends
And all of the signs lead it in
It's turning and turn the tide to fiends

Often see you out there. Mokele-mbembe

"Nah Mokele ini perumpamaan terhadap muslim dalam diri lo. Pertanyaan kepada diri sendiri, 'lo beriman apa enggak,'" kata Aeng.


Menurut Dega, lagu-lagu mereka biasanya merupakan ungkapan perasaan. Saat menciptakan Mokele misalnya, mereka sedang mempertanyakan kemusliman dalam diri.

"Jadi kami keluarkan. Kalau melihat ke belakang terasa lucu, tapi ketika dirilis, musik itu kan untuk semua, jadi interpretasi kayak gimana, bebas," kata Dega.

Polka Wars biasa berkarya dengan menggunakan metafor, seperti lagu-lagu di atas. Lirik-lirik yang demikian masih akan dipertahankan sampai album kedua, meski akan ada juga lagu berlirik gamblang.


"Sekarang lagi cari inspirasi dengan baca karya Wiji Thukul," Billy menambahkan.

Polka Wars akan semakin banyak 'bermetafor' di CNNIndonesia.com Music at Newsroom yang tayang Rabu (25/4) pukul 14.00 hingga 15.00 WIB. (rsa/rsa)
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA

ADVERTISEMENT

TERPOPULER