Pangeran Harry, Hati yang Berlabuh usai Ganja dan Wanita

Rizky Sekar Afrisia, CNN Indonesia | Sabtu, 19/05/2018 09:34 WIB
Pangeran Harry, Hati yang Berlabuh usai Ganja dan Wanita Pangeran Harry pernah menjalani masa muda yang penuh kontroversi. (REUTERS/Toby Melville)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pangeran Harry melepas masa lajang dengan aktris asal Amerika, Meghan Markle hari ini, Sabtu (19/5). Pernikahan Harry dan Markle diselenggarakan di Kastel Windsor, Inggris.

Hanya butuh waktu dua tahun bagi Harry untuk membawa Markle ke pelaminan.

Keduanya diperkenalkan teman pada 2016, langsung berkencan, dan Harry melamar Markle pada November 2017. Bulan itu juga Istana Kensington resmi mengumumkan pertunangan mereka.



Dua tahun terbilang 'kilat' bagi Harry, yang sebelumnya dikenal sebagai playboy.

Ia banyak dikabarkan dekat dengan perempuan, mulai Chelsy Davy yang pernah menjadi teman kencannya di pernikahan Pangeran William dan Kate Middleton, pembawa acara Caroline Flack, penyanyi Camila Romestrand, model Florence Brudenell, Cressida Bonas, Mollie King, penyanyi terkenal Ellie Goulding, sampai yang tak terkonfirmasi jurnalis Natalie Pinkham.

Namun seperti diberitakan AFP, Harry seakan telah bertransformasi dari anggota bungsu Kerajaan Inggris yang pemarah dan bandel menjadi seorang lelaki dewasa.

Pangeran Harry tak sungkan berada dekat wanita.Pangeran Harry tak sungkan berada dekat wanita. (REUTERS/Dean Lewins)
Sejak muda, apalagi ia ditinggal meninggal oleh ibundanya Putri Diana di usia masih 12 tahun, pemilik nama asli Henry Charles Albert David itu seakan ingin kabur dari kehidupan Kerajaan Inggris. Harry sendiri mengakui kematian ibunya adalah titik rendah hidupnya.

Setelah Diana meninggal karena kecelakaan mobil yang disebut menghindari paparazi di Paris, pemuda kelahiran 15 September 1984 itu berjibaku dengan patah hati berkepanjangan.

"Kehilangan ibu saya di usia 12 tahun, itu mematikan semua emosi saya selama 20 tahun terakhir, dan berdampak serius tidak hanya pada kehidupan pribadi saya tetapi juga pekerjaan saya," ujarnya dalam sebuah wawancara baru-baru ini, dikutip AFP.

Pangeran Harry saat menjalani militer.Pangeran Harry saat menjalani militer. (REUTERS/Australian Defence Department/Handout via Reuters)
Harry sampai harus mencari bantuan profesional karena ia begitu dekat dengan keterpurukan.

Beranjak remaja, Harry mulai mencari warna lain dalam hidupnya. Usianya masih 17 tahun saat ia dikirim ke rehabilitasi karena mengaku mengonsumsi ganja dan kecanduan alkohol.

Harry lalu menghabiskan 10 tahun di militer Inggris. Ia pernah dua kali bertugas di Afghanistan. Pada 2008 ia pernah ditarik karena dikhawatirkan menjadi target Taliban. Namun Harry kembali pada 2012. Ia bahkan 20 minggu jadi pilot helikopter Apache.


Melayani negara lewat militer merupakan salah satu cara Harry berkompromi dengan kehidupan Kerajaan yang tak diinginkannya. Ia pernah berkata, "Itu adalah jalan keluar [untuk kabur] terbaik yang pernah saya punya." Meskipun, di militer pun ia pernah menuai kontroversi.

Foto Harry mengenakan busana Nazi pada 2005 menjadi perbincangan di media.

Kontroversi lain di sekitar Harry yang tak bisa dihindari adalah sifat playboy-nya.

Pangeran Harry tetap bisa dekat dengan publik dan punya segudang kegiatan amal.Pangeran Harry tetap bisa dekat dengan publik dan punya segudang kegiatan amal. (REUTERS/Narendra Shrestha)
Namun di balik itu, Harry seakan masih mewarisi hati besar ibunya. Meski sering tertangkap kamera dengan busana sembarangan dan bersama perempuan-perempuan cantik, Harry tetap mencintai dan dicintai masyarakat. Ia punya segudang kegiatan amal.

Salah satunya Invictus Games, yang digagasnya untuk memberi wadah veteran-veteran perang terluka. Di sana ia bertemu Presiden Amerika Barack Obama. Di sana pula ia pertama memperkenalkan hubungannya dengan Meghan Markle ke hadapan publik.

Tahun demi tahun, Harry memperbaiki citranya di hadapan publik. Ia yang pernah berkata tak ingin kemonarkian seperti Kerajaan Inggris, kini dengan Markle di sisinya seperti siap untuk itu. Harry ada di urutan keenam pewaris takhta Kerajaan Inggris.

Hanya butuh dua tahun bagi Pangeran Harry untuk menikahi Meghan Markle.Hanya butuh dua tahun bagi Pangeran Harry untuk menikahi Meghan Markle. (REUTERS/Peter Nicholls)
Setelah Ratu Elizabeth II, masih ada ayahnya Pangeran Charles, kakaknya Pangeran William, lalu tiga buah hati William bersama Middleton: George, Charlotte dan Louis. (rsa)