Pelecehan Via Vallen Gemakan #SayaJuga seperti di Hollywood

Agniya Khoiri, CNN Indonesia | Rabu, 06/06/2018 12:54 WIB
Pelecehan Via Vallen Gemakan #SayaJuga seperti di Hollywood Via Vallen mengungkapkan soal menjadi korban pelecehan seksual. (CNN Indonesia/Damar Sinuko)
Jakarta, CNN Indonesia -- Keberanian pedangdut Via Vallen untuk bersuara soal kasus pelecehan seksual yang dialami, mendorong perempuan-perempuan lain di Indonesia untuk melakukan hal sama. Mereka ikut membagikan pengalaman pahit saat diperlakukan kurang menyenangkan, ke media sosial.

Bertagar #SayaJuga, aksi itu mengingatkan pada gerakan yang sama yang terjadi di Hollywood saat skandal pelecehan seksual yang dilakukan produser Harvey Weinstein selama berdekade-dekade terungkap. Di sana, selebriti dan perempuan turun ke media sosial dengan #MeToo.


Indonesia sempat mengekor aksi itu pada Desember lalu, yang diprakarsai akun @TunggalP. Namun gerakan itu sempat menghilang, dan baru muncul kembali saat kasus Via Vallen viral.


Salah satu yang ikut berani bersuara kali ini adalah aktris Kirana Larasati. Dia menuturkan bahwa kejadian yang membuat trauma itu dialaminya saat masih berusia 10 tahun.



"Pertama kali alami pelecehan seksual umur 10 tahun, kelas 5 SD. Payudara saya dipegang anak remaja pakai baju SMA di jalanan. Saya cuma bisa gemetar dan nangis lari. Mau bilang orang tua tapi malu. Sangat traumatik," kicau Kirana dengan membubuhkan tagar #SayaJuga.



"Kemarin-kemarin pas zaman #MeToo campaign, gue ngomong ke temen, 'di Indonesia banyak kasus begini tapi enggak ada yang mau speak up karena rata-rata kita menganggap cat calling sebagai hal biasa. Lalu hari ini berkat Via Valen, kampanye #sayajuga mulai terangkat. hayuk Indonesia, speak up!" cuit pemilik akun bernama Nandira.



"Kelas 4 atau 5 SD. Anak tetangga bilang mau perkosa karena melihat saya pakai handuk kimono keluar dari kamar mandi (dia lihat dari luar jendela yang agak terawang). #sayajuga," kicau akun @phoerange.



"Wah, @tunggalp , #SayaJuga . Dua kali masa SMA. Lagi jalan santai pakai baju sekolah, dari arah berseberangan ada laki naik motor nepuk payudara. Cuma bisa diam, kaget, nangis. Yang kedua waktu di bus umum, laki sebelah grepein paha + dada pas saya ketiduran. Enggak bisa langsung reaksi, takut liat orangnya," tambah pemilik akun @dionysiamayangr.



Tidak hanya para korban yang ikut bersuara. Tak sedikit pula warganet yang membantu menggemakan gerakan itu dan memberi dukungan pada korban.

"Orang-orang yang menyerang Via Vallen sama saja melestarikan pelecehan. Kita seharusnya mendukung korban yang berani bicara, bukan justru membuat mereka lantas memilih diam!" ujar komika Ernest Prakasa.



Hal yang sama juga dilakukan komika Arie Kriting.

"Saya support apa yang dilakukan Via Vallen. Yang menyedihkan justru banyak yang anggap itu lucu. Makin aneh lagi banyak perempuan yang justru memojokkan Via Vallen. Fanatisme makin meninggi, tapi empati makin kehilangan tempat," kicaunya.









Kasus Via Vallen membuktikan bahwa pelecehan seksual ada di mana-mana, termasuk Indonesia. Dunia hiburan yang lekat dengan itu seperti Hollywood pun menjadi sasaran.

Sebelumnya, kepada CNNIndonesia.com pedangdut Cita Citata pernah berbagi bahwa dirinya juga menjadi salah satu korban pelecehan seksual. Kala itu, dia menilai bahwa itu terjadi karena tak sedikit yang masih salah kaprah atas pekerjaan selebriti.

[Gambas:Video CNN]

"Adalah beberapa, kayak semacam ingin minta foto terus tiba-tiba colek sini, daerah kayak bokong atau segala macam. Pernah ada," ungkapnya pada Maret silam.

Cita turut mengungkapkan bahwa dia pernah mendapat permintaan macam-macam.


"Dipaksa enggak, tapi pertanyaan ada, permintaan ada, banyak sekali yang berpikir bahwa sebagai publik figur ya tanda kutip 'bisa dipakai,' bisa digimanain segala macam, ya itu tergantung kitanya sih," tuturnya.

Permintaan macam-macam itu, katanya, datang dari orang tak kenal maupun lingkungan kerjanya sendiri. "Random sih, tapi ada [dari lingkungan dunia hiburan]," ujarnya.


Dalam kesempatan berbeda, selebriti seperti Hannah Al Rashid dan Nadine Alexandra pun pernah mengungkapkan hal serupa. "Aku pernah digerepe, pas lagi jalan oleh dua orang laki-laki yang naik motor. Pernah mengalami kekerasan dalam pacaran, cat call, sampai pelecehan seksual di tempat kerja," ujar Hannah mengakui saat menggelar aksi Women's March Jakarta.

Sementara Nadine, mengaku tak pernah digerepe namun kerap menyaksikan aksi pelecehan seksual di depan matanya. Ia sendiri sering menjadi korban cat calling.

Ungkapan Via Vallen soal menjadi korban pelecehan seksual.Ungkapan Via Vallen soal menjadi korban pelecehan seksual. (Screenshot via Instagram/@viavallen)


"Pernah [juga] baju saya dibuka resletingnya," ia bercerita, Maret lalu. (rsa)