Melalui sebuah pernyataan resmi kepada media, dikutip oleh E! News, Andy memberikan penjelasan dan konfirmasi atas laporan media terkait kematian Kate yang disebut sebagai bunuh diri.
"Kate adalah wanita tercantik di dunia. Dia adalah orang terbaik yang pernah saya kenal dan sahabat saya selama 35 tahun. Saya dan putri saya sangat hancur atas kehilangannya, dan tidak bisa membayangkan hidup tanpa dia. Hati kami amat hancur dan sudah merindukannya," tutur Andy lewat pernyataannya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kate menderita depresi dan kepanikan selama bertahun-tahun. Dia aktif mencari bantuan dan bekerja secara dekat dengan dokternya agar sembuh dari penyakitnya, penyakit yang merenggut banyak nyawa. Kami berkontak dengannya pada malam sebelum [kematiannya] dan dia terdengar bahagia. Tidak ada indikasi atau peringatan bahwa dia akan melakukan ini [bunuh diri]. Ini benar-benar suatu kejutan. Dan ini jelas bukan dirinya. Ada iblis-iblis dalam diri yang dilawannya selama ini."
Andy melanjutkan, "Selama 10 bulan belakangan kami hidup secara terpisah, namun masih [tinggal] beberapa blok satu sama lain. Bea hidup dengan kami berdua dan kami saling bertemu atau berbincang setiap hari. Kami sering makan bersama sebagai sebuah keluarga dan terus berlibur bersama sebagai sebuah keluarga."
Andy pun menegaskan bahwa perhatiannya saat ini adalah kepedulian terhadap putrinya, Frances Beatrix.
Lihat juga:Pesan Terakhir Kate Spade untuk Putrinya |
"Ini adalah kebenaran. Hal lain yang ada di luar sana saat ini adalah salah. [Kate] secara aktif mencari bantuan untuk depresi dan kepanikannya selama lima tahun belakangan, bertemu dengan seorang dokter secara reguler dan berobat untuk kedua penyakitnya itu. Tidak ada penyalahgunaan zat [obat] atau alkohol. Tidak ada problem bisnis. Kami senang menciptakan bisnis kami bersama. Kami membesarkan putri kami berdua."
"Saya belum menemukan catatan apapun yang ditinggalkan dan saya ngeri bahwa sebuah pesan privat untuk putri saya telah secara kejam disebarkan oleh media."
"Perhatian utama saya adalah Bea dan melindungi privasinya karena dia harus menghadapi kehancuran yang tak terbayangkan atas kehilangan ibunya. Kate sangat menyayangi Bea."
Kate ditemukan meninggal dunia di apartemennya di Manhattan, New York pada Selasa (5/6). Kepolisian setempat mengungkapkan desainer yang identik dengan lambang waru itu diduga gantung diri. Dia tewas di usia 55 tahun.
Masalah depresi jangan dianggap enteng. Jika Anda pernah memikirkan atau merasakan tendensi bunuh diri, mengalami krisis emosional, atau mengenal orang-orang dalam kondisi itu, Anda disarankan menghubungi pihak yang bisa membantu, misalnya saja Komunitas Save Yourselves https://www.instagram.com/saveyourselves.id, Yayasan Sehat Mental Indonesia melalui akun Line @konseling.online, atau Tim Pijar Psikologi https://pijarpsikologi.org/konsulgratis. (res)