Kota 'Nuklir' Chernobyl Dijadikan Tempat Festival Musik

Muhammad Andika Putra, CNN Indonesia | Selasa, 19/06/2018 17:51 WIB
Kota 'Nuklir' Chernobyl Dijadikan Tempat Festival Musik Pemandangan kota Pripyat yang ditinggalkan terlihat di dekat pembangkit listrik tenaga nuklir Chernobyl, Ukraina 22 April 2016.(Foto: REUTERS/Gleb Garanich)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kota Chernobyl, Ukraina, yang terkenal akibat bencana nuklir akan dijadikan tempat festival musik pada 31 Agustus mendatang. Festival itu bertujuan menghidupkan kembali lokasi yang menjadi kota mati sejak bencana nuklir pada 1986.

Ide festival datang dari pendiri agensi tur Chernobyl Wel, Dominik Orfanus. Chernobyl Wel merupakan salah satu agensi tur yang memandu wisatawan mengelilingi Kota Pripyat, salah satu kota yang dievakuasi usai bencana mengerikan saat itu.

"Wisatawan ingin tahu tentang kehidupan pekerja di Chernobyl dan tentang apa yang menarik bagi wisatawan di daerah terlantar selama 30 tahun," kata Dominik seperti dilansir Lonely Planet.
Domiki melanjutkan, "Sebuah festival tampaknya menjadi cara terbaik untuk mewujudkan hal itu dan pada saat yang bersamaan membantu zona tersebut."


Festival yang diberi tajuk Chernobyling akan digelar di sekitar pembangkit listrik. Festival itu akan menampilkan DJ, musik rock, metal, elektronik dan penampilan seni jalanan.

Chernobyl menjadi sangat terkenal setelah bencana nuklir pada 26 April 1986. Bencana itu terjadi lantaran kegagalan percobaan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN).

Lokasi dengan radius 30 KM dari tempat bencana itu dievakuasi demi keamanan. Sejak saat itu lokasi tersebut dan radius 30 KM disebut sebagai Zona Eksklusi Chernobyl. (age/age)