FOTO: Coretan Kritis Banksy di Prancis

Reuters, CNN Indonesia | Rabu, 27/06/2018 16:47 WIB

Jakarta, CNN Indonesia -- Seniman mural Banksy membuat serial coretan di Bataclan, Prancis. Setiap karya yang digambarnya menyiratkan kritik terhadap pemerintah negara itu.

Coretan mural terbaru seniman Banksy terlihat di Prancis. Karya ini mengkritik pemerintah negara itu soal pelarangan pemakaian niqab. Mural itu menunjukkan Napoleon yang mengenakan hijab merah seraya menunggangi kuda putihnya yang melintasi Gunung Alpen untuk menyerang Italia pada 1800. (REUTERS/Benoit Tessier)
Banksy merupakan seniman jalanan misterius yang kerap menyampaikan kritik dengan coretan mural. Serial karya terbarunya terlihat di dekat panggung konser Bataclan di Paris, Senin (25/6) waktu setempat. (REUTERS/Benoit)
Soal siapa Banksy pun hingga kini masih misterius. Banyak yang percaya ia adalah Robert Del Naja. Musisi 52 tahun itu bermain di Lyon, Prancis, Minggu (24/6). Karya Banksy sendiri bisa terjual lebih dari US$1 juta (sekitar Rp14 miliar). (REUTERS/Benoit Tessier)
Mural seri keempat menyiratkan kritik terkait kapitalisme. Seorang pebisnis mengenakan jas hitam menawarkan tulang kepada seekor anjing yang salah satu kakinya telah digergaji dahulu oleh pebisnis itu. (REUTERS/Benoit Tessier)
Di seri kedelapan, Banksy membuat mural perempuan berduka. Banyak kalangan menganggap mural yang digambar di dinding dekat dengan pintu keluar darurat Bataclan itu sebagai tanda perpisahan menyedihkan sang seniman terhadap Paris. (REUTERS/Benoit Tessier)
Salah satu karya ikonis Banksy adalah gambar tikus got yang duduk di bawah tulisan “Mei 1968” yang legendaris, mengenakan pita Minnie Mouse. Taman bermain Disneyland yang terletak di luar ibu kota Prancis menjadi salah satu perusahaan dengan pekerja terbanyak. (REUTERS/Benoit Tessier)
Bataclan terletak di Paris, yang jaraknya sekitar satu jam penerbangan atau dua jam perjalanan darat menggunakan bus dari Lyon. Tempat itu merupakan teater pentas yang biasa digunakan musisi, termasuk band asal Amerika Serikat, Eagles of Death Metal. (REUTERS/Benoit Tessier)
Saat band itu bermain 2015 lalu, Bataclan diserang sekelompok bersenjata yang diklaim bagian dari ISIS. Ratusan orang saat itu ada di sana. Sekitar 90 meninggal di dalam Bataclan, yang baru dibuka kembali beberapa waktu lalu, setelah tragedi maut itu. (REUTERS/Benoit Tessier)