'2 Days & 1 Night,' Acara Korsel Pertama ke Perbatasan Korut

Resty Armenia, CNN Indonesia | Senin, 02/07/2018 17:45 WIB
'2 Days & 1 Night,' Acara Korsel Pertama ke Perbatasan Korut Program variety show '2 Days & 1 Night' menjadi acara Korea Selatan pertama yang mengunjungi wilayah perbatasan dengan Korea Utara, Demilitarized Zone (DMZ). (dok. KBS2)
Jakarta, CNN Indonesia -- Program variety show 2 Days & 1 Night menjadi acara Korea Selatan pertama yang mengunjungi wilayah perbatasan dengan Korea Utara, Demilitarized Zone (DMZ).

Episode terbaru yang disiarkan KBS2 pada Minggu (1/7) merupakan bagian kedua kunjungan para personel 2 Days & 1 Night ke DMZ. Sebelumnya, mereka sempat melancong ke pemukiman Daesung, pedesaan yang terletak di bagian paling utara Korea Selatan dan menjadi daerah yang paling dekat dengan Korea Utara.

Ini menjadi kunjungan variety show Korea Selatan pertama ke DMZ, mengingat wilayah ini dikontrol ketat bagi pengunjung. Enam pemandu acara itu juga sempat bertandang ke Imjingak Bridge dan melihat bel perdamaian. Jembatan ini baru-baru ini dibuka kembali untuk publik pada Maret 2017.



Di Daesung, Cha Taehyun dkk membantu warga desa untuk mengganti bendera raksasa yang dikibarkan di sebuah menara tinggi. Warga menjelaskan bahwa bendera itu awalnya tidak dikibarkan setinggi itu. Namun, selama periode 'tensi panas' antara Seoul dan Pyongyang terjadi, bendera kedua negara yang terletak berseberangan satu sama lain di Daesung menjadi lebih tinggi dan tinggi untuk membumbungkan kebanggaan.

Para personel kemudian membantu warga desa menggarap sawah, dan bermain gim dengan mereka. Di akhir sesi itu, mereka semua menikmati makan malam bersama.

"Di pagi hari, saya gugup saat tahu bahwa kami akan pergi ke DMZ. Namun, desa ini sangat normal," ujar Yoon Shi Yoon, aktor sekaligus salah satu pemandu acara tetap 2 Days & 1 Night, dikutip My Daily.

Staf produksi 2 Days & 1 Night lantas mengadakan kuis untuk para personel tentang pengetahuan terkait Korea Utara.

DMZ dikawal ketat tentara dari kedua negara.DMZ dikawal ketat tentara dari kedua negara. (AFP PHOTO/Ed JONES)

"Urutkan lima tempat di Korea Utara ini dari yang terdekat dengan Seoul: Pyongyang, Gaemagowon, Gunung Baekdu, Hamheung, Shineuijoo," tanya staf.

Jawaban dari kuis itu, melansir KBS Media via Naver, adalah Pyeongyang, Hamheung, Shineuijoo, Gaemagowon, and Gunung Baekdu.

Pertanyaan selanjutnya adalah nama hari libur nasional yang dirayakan baik oleh Korea Utara maupun Korea Selatan. Jawabannya adalah Hari Kemerdekaan.

"Korea Utara menggunakan navigasi GPS. Apakah nama sistem navigasi yang paling banyak digunakan orang Korea Utara?"

Jawabannya adalah Gildongmoo (teman perjalanan).


Wilayah dekat DMZ di Panmunjom.Wilayah menuju DMZ di Panmunjom. (REUTERS/Kim Hong-Ji)

Keesokan harinya, para personel bertolak ke DMZ. Salah satu personel, Defconn bertanya apakah mereka adalah variety show pertama yang melakukan kunjungan ke tempat perbatasan itu.

"Orang-orang Korea Utara tahu bahwa tamu spesial akan datang hari ini," ujar Kapten Jung Dong Ho.

Mereka kemudian memasuki DMZ dan melintasi perbatasan biru yang menandai paralel ke-38. Saat melihat para tentara Korea Utara, para personel terlihat cukup gugup. Namun, setelah mendengarkan penjelasan lebih lanjut dan melihat-lihat tempat itu, mereka kembali rileks dan bahkan menggunakan waktu luangnya untuk berfoto.

"Kami bisa saja menyeberang, namun kami berada dalam situasi di mana kami tidak dapat [melintas]. Saya baru sadar bahwa begini artinya dipisah," ujar Yoon Shi Yoon.

"Jika reunifikasi terjadi, maka kita bisa menyeberang," sahut Defconn, seraya berkomentar mengenai pertemuan yang terjadi antara Presiden Korea Selatan Moon Jae In dan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un.


'2 Days & 1 Night,' Acara Korsel Pertama ke Perbatasan KorutPemimpin Korea Utara Kim Jong Un dan Presiden Korea Selatan Moon Jae In bertemu di garis perbatasan yang terletak di antara ruang T-2 di DMZ. (Korea Summit Press Pool/Pool via Reuters)

Para personel lalu menyambangi ruang pertemuan T-2 yang dibangun sehingga setiap ujung bangunan terletak di ujung masing-masing DMZ. Dengan berdiri di sisi seberang bangunan itu, mereka bisa berdiri di atas tanah Korea Utara. Mereka pun memanfaatkan kesempatan langka itu untuk berfoto-foto.

Pada saat itu, ada pula tentara Korea Utara yang berfoto bersama dengan para personel 2 Days & 1 Night. Hal itu cukup mengejutkan Defconn dan anggota lainnya.

"Kita berasal dari etnis yang sama, namun sedih karena kita tidak bisa mengucapkan salam kepada satu sama lain," ujar Yoon Shi Yoon.

Personel lain kemudian menyahut, "Ini terasa seperti kita bisa tertawa, bersalaman, dan berbincang dengan para tentara Korea Utara di luar bangunan, namun sedih karena aslinya kita tidak bisa melakukan [itu semua]."

[Gambas:Youtube]

(res)