Janet Jackson Kenang Masa-masa di Pangkuan Sang Ayah

Agniya Khoiri, CNN Indonesia | Rabu, 04/07/2018 23:57 WIB
Janet Jackson Kenang Masa-masa di Pangkuan Sang Ayah Janet Jackson mengenang masa-masa bersama ayahnya setelah Joe Jackson dimakamkan. (REUTERS/Mario Anzuoni)
Jakarta, CNN Indonesia -- Penyanyi Janet Jackson akhirnya mengunggah ungkapan tentang sang ayah, Joe Jackson yang beberapa hari lalu meninggal dunia. Pelantun Black Cat itu membagikan foto kenangan masa kecilnya.

Dalam foto bersama ayahnya yang bernuansa hitam putih, Janet terlihat duduk di pangkuan Joe. Foto itu diunggahnya ke Twitter, tanpa banyak disertai keterangan kata.

Janet hanya mengunggah foto itu disertai dengan sebuah emoji hati berwarna ungu.



Dia mengunggah foto tersebut sehari setelah sang ayah dimakamkan, Senin (2/7). Joe dimakamkan di Forest Lawn Memorial Park di Glendale, pemakaman yang sama seperti putranya Michael Jackson. Upacara dilangsungkan tertutup dan dihadiri rekan serta kerabat dekatnya.

Mengutip Entertainment Tonight, Janet menjadi anggota keluarga Jackson terakhir yang membagikan kenangan serta persembahan khusus atas kepergian Joe, legenda keluarga itu.

Joe meninggal pada 27 Juni lalu, pada usia 89 tahun. Napas terakhirnya berembus setelah bertahun-tahun berjuang melawan kanker. Selain kanker, Joe Jackson juga disebut menderita demensia dan kesulitan penglihatan akibat strok yang sempat ia alami pada 2015.



Sebagai ayah Michael dan Janet Jackson, Joe dikenal amat berpengaruh terhadap dua bintang pop terbesar dalam sejarah musik itu. Belum lagi sembilan anak Jackson lainnya, yang juga berkecimpung dalam musik. Ia tak hanya menjadi ayah, tetapi juga manajer.

Putranya, Jackie, Tito, dan Jermaine ia buatkan trio pada awal 1960-an.

Trio tersebut kemudian berkembang menjadi The Jackson 5 dengan tambahan personel Marlon dan Michael. Mereka menandatangani kontrak dengan Motown Records pada 1969.


Sejak itu, mereka menjadi bintang dunia.

Meski memiliki pengaruh yang besar akan kesuksesan anak-anaknya, Joe juga dilaporkan melakukan kekerasan kepada mereka demi menjadi musisi kelas dunia.

Bahkan, diberitakan ET, ia mengaku pernah menggunakan tali mendisiplinkan anak-anaknya dan berkata, "Itu menjaga mereka tetap di luar penjara dan membuat mereka tetap benar." (rsa)