Kendala Pembuatan Album Terbaru Koil: Dari Bisnis ke Mistis

Muhammad Andika Putra, CNN Indonesia | Jumat, 13/07/2018 14:20 WIB
Kendala Pembuatan Album Terbaru Koil: Dari Bisnis ke Mistis Banyak kendala mulai dari bisnis ke mistis melingkupi proses pembuatan album terbaru band rock asal Bandung Koil. (Dok. Otong)
Jakarta, CNN Indonesia -- Nama Koil tentu tak asing bagi pecinta musik metal Indonesia. Terbentuk pada 1993, kini band itu digawangi vokalis Raden Mas Julius Aryo Verdijantoro (Otong), gitaris Raden Mas Donnijantoro, drumer Leon Ray Legoh, dan pembetot bas Adam Vladvamp.

Pada 1996 Koil merilis album perdana dengan penamaan diri sendiri (Self Titled). Adam masih ingat bagaimana ia membawa demo album tersebut ke Jakarta untuk bertemu perwakilan label Project Q, Budi.

"Bawa demo itu tahun 1995, Budi ini juga produser Slank dari album satu sampai lima. Waktu itu gua belum bergabung dengan Koil," kata Adam saat ditemui di kawasan SCBD, Jakarta Selatan, Kamis (12/7).



Adam kala itu tergabung dalam band Kubik yang terbentuk pada 1995. Ia memiliki hubungan dekat dengan personel Koil lantaran berteman sejak duduk di sekolah menengah pertama (SMP).

Nama Koil semakin meroket sejak merilis album pertama. Sementara Adam sempat hijrah ke Amerika Serikat di akhir era '90-an. Kurang lebih ia berada di negara Paman Sam itu selama dua tahun.

Sepulangnya ke Indonesia pada 2001, materi album kedua Koil yang bertajuk Megaloblast sudah rampung. Dalam album ini, ia terlibat sebagai orang yang melakukan mastering lagu-lagu band asal Bandung itu.

Adam mendeskripsikan lagu-lagu dalam Megaloblast memiliki suara yang 'membunuh.' Ia tak menyangka di era 2001 dengan komputer murah grup musik itu mampu menghasilkan suara yang bagus.

"Band ini bisa bertahan lama sampai delapan album, saat itu gua mikir gitu. Tapi sekarang baru tiga album, band yang sangat tidak produktif kalau lihat umur kami," kata Adam sambil tertawa.

Koil merilis album ketiga, atau bisa dibilang album terakhir sampai saat ini, bertajuk Blacklight Shines On (2007). Album itu sempat mereka bagikan secara gratis lewat majalah musik yang saat ini sudah gulung tikar, serta lewat format digital bebas unduh.

[Gambas:Youtube]


Adam mengatakan setelah perilisan album itu Koil mulai membuat materi album baru. Apa daya, sudah 11 tahun album terbaru tak kunjung rampung. Menurutnya kendala pembuatan album tersebut adalah bisnis.

Kala itu Leon membangun Rumah Makan Legoh yang terletak di kawasan Riau, Bandung. Sementara Koil membangun bisnis lini pakaian. Adam menilai butuh waktu lama agar usaha baru bisa berjalan stabil.

"Setelah bisnis itu berjalan, kami meneruskan pembuatan album. Tapi entah mengapa banyak hal-hal mistis yang memang aneh buat kita," kata Adam.

Adam menjelaskan suara Otong tiba-tiba hilang beberapa hari sebelum konser 'Koil Akustik Recital' pada 2012 lalu. Otong sempat dibawa ke rumah sakit dan dokter menyatakan Otong tak mengalami masalah suara. Beruntung suara Otong kembali beberapa saat sebelum tampil.

Kejadian mistis berlanjut ketika Koil tampil dalam salah satu acara musik. Kala itu Koil tampil dengan sequencer yang diputar melalui kaset. Koil menggunakan kaset itu saat memainkan lagu bertajuk Dosa.

"Kaset itu enggak ada suara ketika diputar, usai manggung kami cek suaranya muncul. Mungkin karena judul lagu dan waktu itu kami manggung dekat gereja," kata Adam.

Kejadian mistis seakan merasuki peralatan yang digunakan Koil. Adam mencontohkan ketika ia sedang menggarap materi album baru. Sering kali data suara Otong di komputer hilang, hal itu terulang ketika Koil mengganti peralatan baru.

Belum lagi, kata Adam, ia melihat volume ampli yang membesar sendiri. Ia sadar dan ia melihat tombol volume tersebut berputar ke arah untuk memperbesar suara.

Adam juga sempat mendengar lagu-lagu kuntilanak seperti di film-film ketika ia sedang mixing lagu. Padahal lagu semacam itu tidak ada dalam komputer dan komputer tidak terhubung internet. Ia memaklumi hal itu itu terjadi bila komputer terhubung internet.


Pembetot bas band Koil Adam Vladvamp.Pembetot bas band Koil Adam Vladvamp. (CNN Indonesia/M Andika Putra)

Hal mistis terbaru yang paling nyata adalah ketika semua personel Koil melihat pocong yang berada di markas mereka di Jalan Sultan Agung, Bandung. Kurang lebih pocong itu berukuran 25 centimeter.

"Itu kain kafan masih ada darah berisi tanah kuburan, rambut, uang Rp2.000 yang dililit kawat. Menurut orang pintar itu untuk mematikan rejeki. Ini kejadian awal 2018," kata Adam.

Adam melanjutkan, "Gua pribadi enggak cari dukun untuk keluarkan santetan. Gua mah biarkan saja, yang lain juga begitu. Kalau mau ditanya siapa yang ngirim bisa saja."

Beranjak dari hal-hal mistis, Koil memindahkah peralatan rekaman ke rumah Otong. Mereka merasa markasnya sudah terlalu mistis sehingga memindahkan semua alat rekaman.

Perpindahan itu berbuah manis. Rekaman berjalan lancar dan suara Otong untuk beberapa lagu tersimpan aman dalam komputer. Koil terus menggarap album baru dan mereka merasa ada kemajuan pesat.

Adam mengatakan Koil sudah memiliki 18 lagu yang belum berlirik lengkap dan siap masuk album baru. Beberapa waktu lalu mereka sempat merilis dua lagu bertajuk Hemat Nasi Belikan Berlian dan Nusa Bangsa Kriminal.

"Ya itu buat membuktikan kami punya karya. Jarak 11 tahun tidak merilis karya terlalu lama, kami sudah mulai dilupakan EO, kalau penggemar tetap setia," kata Adam sambil tertawa.

Otong, kata Adam, sudah hampir menyelesaikan semua lirik walau ada kendala kecil seperti sakit atau listrik padam ketika rekaman. Album terbaru nanti akan berisikan delapan sampai 10 lagu.


Menurut Adam, album yang dirilis nanti akan menjadi album terbaik Koil yang pernah dirilis. Dalam album itu Koil menggabungkan elemen dari album pertama sampai album ketiga.

"Eksperimen banyak dengan beat dan groove drum. Banyak beat dan groove yang belum kami lakukan sebelumnya tapi kami lakukan di album nanti," kata Adam.

Meski demikian, Gitar dan drum yang sudah direkam hanya digunakan sebagai dasar vokal Otong. Setelah vokal Otong direkam Koil akan merekam ulang semua alat musik dengan aransemen yang baru.


Adam mengatakan sejak dulu Koil melakukan pola tersebut untuk membuat album. Ia menilai vokal sangat berpengaruh karena memiliki banyak variasi. Sementara variasi nada dan akor terbatas.

Dalam album ini Adam, Otong dan Doni berperan sebagai produser. Adam memastikan album terbaru rilis tahun depan.

(ars/res)