Wajah Anies dan Sindiran Kali Item dari Seniman The Popo

Muhammad Andika Putra, CNN Indonesia | Rabu, 25/07/2018 17:27 WIB
Wajah Anies dan Sindiran Kali Item dari Seniman The Popo Penutupan Kali Item dengan kain menggelitik seniman untuk menyindir Anies Baswedan. (CNN Indonesia/Hesti Rika)
Jakarta, CNN Indonesia -- Sungai Sentiong alias Kali Item ramai diperbincangkan sejak Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menutupinya dengan kain waring untuk mengurangi aroma tak sedapnya.

Menurut Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, kali itu akan mengganggu karena lokasinya berdekatan dengan Wisma Atlet yang kini ditempati oleh atlet-atlet dari berbagai negara yang akan bertanding di ajang Asian Games yang digelar tengah Agustus mendatang.

Cafetaria Wisma Atlet bahkan berhadapan dengan kali.



Bukan hanya media lokal dan internasional, seniman The Popo ikut menyoroti kali tersebut. Ia mengunggah mural Anies melalui akun Instagram.

[Gambas:Instagram]

Dalam foto itu terlihat sesosok karakter kartun berkepala Anies yang sedang menggunakan celemek. Sosok itu seakan membuka karpet untuk membuang kotoran yang telah disapu.

"Black River," demikian gambar itu dijuduli.


Gambar itu seakan menjadi sindiran bahwa Anies hanya menyembunyikan kotoran ke balik karpet, alih-alih membersihkan sampai ke akarnya. Tak ayal, gambar kartun itu pun meraup banyak komentar di Instagram, apalagi The Popo dikenal sebagai seniman pengkritik sosial.

Namun dalam unggahan itu, The Popo menjelaskan bahwa mural dibuat oleh Kanyu. Ia menerangkan, Kanyu merupakan saudaranya yang berasal dari Cape Town, Afrika. Tidak diketahui apakah Kanyu sungguh ada, mengingat The Popo memang suka bercanda.

CNNIndonesia.com sudah mencoba menghubungi The Popo melalui direct message Instagram maupun ponselnya, namun hingga berita ini diturunkan belum ada jawaban sehingga tak bisa mengonfirmasinya.


Yang jelas, beberapa waktu lalu The Popo sempat memberikan desain kaus Novel Baswedan kepada Indonesia Corupption Watch (ICW). Hasil penjualan kaus tersebut digunakan ICW untuk membantu kegiatan pergerakan antikorupsi.

Torehan pena The Popo, selain berkonten kritik sosial, juga identik dengan orang bermata belo atau alpukat. Sementara gambar Anies, berbeda jauh dari karakter yang biasa ia gambar dan menjadi ciri khasnya itu.

Dengan karyanya The Popo juga sempat bekerja sama dengan band indi Efek Rumah Kaca, membuat sejumlah karya seni untuk album Sinestesia, album ketiga mereka yang dirilis 2015 lalu.

[Gambas:Instagram]

[Gambas:Instagram] (rsa)