Seorang Uskup Minta Maaf Setelah Sentuh Dada Ariana Grande
AFP | CNN Indonesia
Minggu, 02 Sep 2018 06:01 WIB
Jakarta, CNN Indonesia -- Seorang uskup yang memimpin acara pemakaman musisi Aretha Franklin secara resmi meminta maaf setelah beredar foto dirinya sedang menyentuh dada penyanyi Ariana Grande di acara pemakaman tersebut.
Ariana, 25 tahun, hadir dalam acara pemakaman Aretha. Dia menyanyikan lagu klasik Aretha berjudul "(You Make Me Feel Like) A Natural Woman" sebagai persembahan terhadap mendiang Ratu Soul Amerika itu.
Ariana, 25 tahun, hadir dalam acara pemakaman Aretha. Dia menyanyikan lagu klasik Aretha berjudul "(You Make Me Feel Like) A Natural Woman" sebagai persembahan terhadap mendiang Ratu Soul Amerika itu.
Acara pemakaman Aretha juga dihadiri banyak artis ternama, orang-orang industri musik, hingga mantan Presiden AS Bill Clinton.
Setelah penampilannya, Ariana mendapat ucapan selamat dari Uskup Charles H. Ellis III.
Pada momen itu Ellis menaruh tangannya melingkari punggung hingga ke samping dada Ariana. Sebuah foto yang beredar memperlihatkan jari-jari sang uskup tampak menempel di dada Ariana.
"Tak pernah ada niat saya untuk menyentuh dada wanita manapun. ... Saya tidak tahu, saya mengira saya memeluknya," ujar Ellis dalam komentarnya terhadap media di Amerika Serikat seperti dilansir AFP.
"Mungkin saya melewati batas, mungkin saya terlalu ramah atau akrab, tapi sekali lagi, saya minta maaf," kata Ellis.
Foto uskup Ellis itu pun telah memicu kritik tajam di internet.
"Saya ikut sangat menyesal atas apa yang dialami @ArianaGrande, bahwa rabaan itu tampak sangat jelas dan kami bisa melihat dan merasakan ketidaknyaman mu," tulis presenter televisi Claudia Jordan.
Ellis juga meminta maaf atas lelucon yang ia buat terhadap Ariana Grande mengenai namanya.
"Saat saya melihat Ariana Grande dalam salah satu program acara, mulanya saya mengira itu adalah menu baru di Taco Bell," kata Ellis merujuk pada restoran cepat saji asal Meksiko yang terkenal di Amerika.
"Saya secara personal dan tulus meminta maaf kepada Ariana dan fansnya, juga kepada seluruh komunitas Hispanik," kata Ellis.
(wis)
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Mungkin saya melewati batas, mungkin saya terlalu ramah atau akrab, tapi sekali lagi, saya minta maaf," kata Ellis.
"Saya ikut sangat menyesal atas apa yang dialami @ArianaGrande, bahwa rabaan itu tampak sangat jelas dan kami bisa melihat dan merasakan ketidaknyaman mu," tulis presenter televisi Claudia Jordan.
Ellis juga meminta maaf atas lelucon yang ia buat terhadap Ariana Grande mengenai namanya.
"Saat saya melihat Ariana Grande dalam salah satu program acara, mulanya saya mengira itu adalah menu baru di Taco Bell," kata Ellis merujuk pada restoran cepat saji asal Meksiko yang terkenal di Amerika.