Ahok Marah-marah di Cuplikan Perdana Film 'A Man Called Ahok'

Muhammad Andika Putra, CNN Indonesia | Kamis, 06/09/2018 18:54 WIB
Ahok Marah-marah di Cuplikan Perdana Film 'A Man Called Ahok' Ahok yang diperankan Daniel Mananta terlihat marah-marah dalam cuplikan perdana film A Man Called Ahok. (Foto: Dok. Daniel Mananta (Twitter))
Jakarta, CNN Indonesia -- Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok yang diperankan Daniel Mananta terlihat marah-marah dalam cuplikan perdana film A Man Called Ahok. Ia terlihat sedang berdiskusi dengan teman-temannya untuk melawan koruptor.

"Kita lawan sistem yang busuk ini. Kita bawa perubahan. Gua yang sikat tuh maling-maling," kata Ahok.

Kemarahan terbesar Ahok terlihat ketika bertemu dengan karakter yang diperankan Donny Damara. Mereka berdua terlihat berada di area serupa tempat tambang meski belum diketahui pasti karakter apa yang diperankan Donny.



Cuplikan dilanjutkan dengan kemunculan ayah Ahok bernama Kim Nam. Dalam film ini Kim Nam dewasa diperankan Denny Sumargo dan karakter Kim Nam dewasa diperankan Chew Kin Wah.

Baik Kim Nam dewasa atau pun tua terlihat sering menasihati Ahok. Mulai tentang bagaimana menjaga keluarga sampai mencintai Indonesia.

"Jangan pernah berhenti mencintai negeri ini, Hok," kata Kim Nam.

Dalam cuplikan berdurasi dua menit lebih itu juga terlihat Ahok yang menulis surat sebelum mendekam di Rumah Mako Tahanan Brimob. Kemudian terlihat pula Ahok yang memakai pakaian dinas gubernur Provinsi DKI Jakarta.


Selain itu juga terlihat aktor lain yang berperan dalam film A Man Called Ahok. Mereka adalah Eric Febrian sebagai Ahok kecil, Sita Nursanti sebagai Buniarti tua, Eriska Rien sebagai Buniarti dewasa dan Edward Akbar.

Sutradara Putrama Tuta menjelaskan A Man Called Ahok fokus bercerita tentang kehidupan Ahok di Belitung Timur dari SMP sampai menjadi Bupati. Terutama akan bercerita tentang hubungan keluarga antara Ahok dengan Kim Nam.

Belitung Timur

Dia mengatakan lebih dari 90 persen cerita berada di Belitung Timur. Sepak terjang politik Ahok di Jakarta hanya sedikit diceritakan.

"Saya mau ceritakan yang belum orang ketahui, seperti bagaimana karakter Ahok terbentuk seperti sekarang. Bukan bagaimana Ahok mengalami konflik sekarang," kata Tuta saat jumpa media di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (6/9).

Tuta menjelaskan saat ini A Man Called Ahok sudah memasuki tanap pasca produksi sejak selesai produksi pada April lalu. Film ini direncanakan rilis pada November.


Selain sebagai sutradara, Tuta juga berperan sebagai penulis bersama Ilya Sigma dan Dani Jaka. Penulisan naskah dilakukan selama bulan Februari sampai Desember 2017 sembari riset, termasuk bertemu dengan Ahok.

Film berjudul A Man Called Ahok ini diadaptasi dari buku berjudul sama karya Rudi Valinka alias Kurawa. Buku tersebut berisikan kumpulan cuitan Kurawa lewat Twitter tentang kehidupan lampau Ahok di Belitung Timur.

Berdasarkan penelusuran CNNIndonesia.com, cuplikan ini belum dirilis secara umum. Cuplikan khusus diputar dalam jumpa media film A Man Called Ahok.

[Gambas:Youtube]
(asa)