Daniel Mananta Dua Kali Casting untuk Dapatkan Peran Ahok

Muhammad Andika Putra, CNN Indonesia | Jumat, 07/09/2018 09:23 WIB
Daniel Mananta Dua Kali Casting untuk Dapatkan Peran Ahok Daniel Mananta mengaku harus dua kali ikut casting untuk film 'A Man Called Ahok'. Ia pun sampai pergi ke Belitung Timur demi mendalami karakter Ahok. (CNN Indonesia/M Andika Putra)
Jakarta, CNN Indonesia -- Daniel Mananta harus melakukan casting dua kali untuk mendapatkan peran Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) untuk film A Man Called Ahok. Ia merasa casting pertama pada akhir 2017 lalu kurang tepat.

Proses casting sebagai Ahok ia lakukan karena diminta sutradara Putrama Tuta. Saat syuting, Daniel diberi naskah film dan berakting di depan kamera.

"Gua minta ke Tuta, casting pertama gue dilupakan karena saat itu gue masih tampil sebagai presenter bukan aktor," kata Daniel saat jumpa media di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (6/9) malam.


Daniel meminta waktu pada Tuta kembali casting untuk mempelajari karakter Ahok. Hal itu dilakukan Daniel karena merasa terhormat diminta casting dan menyukai karakter Ahok.


Selama dua pekan, pria 37 tahun ini riset dengan menonton video-video yang memuat aktivitas Ahok di YouTube. Ia mengaku lebih banyak menonton video Ahok sedang marah-marah.

"Gue dilatih juga sama Yayu Unru, sampai ada video yang meyakinkan Tuta. Akhirnya Tuta bilang, 'Niel, lo Ahok'," kata Daniel.

Sejak itu Daniel terus mendalami karakter Ahok dengan berbagai cara. Mulai dari menonton video untuk meniru gerak tubuh, memakai kaca mata, berbicara dengan Buniarti [ibunda Ahok], mengonsumsi makanan favorit Ahok dan berkunjung ke sekolah Ahok.

Ia sudah pasrah ketika tidak bisa bertemu Ahok di Rumah Tahanan Mako Brimob, Depok, karena jadwal yang padat. Pada syuting hari ketiga, Tuta mengabarkan secara mendadak bahwa Ahok bisa ditemui.


Daniel yang sedang syuting harus cepat pergi ke Rumah Tahanan Mako Brimob karena waktu bertemu hanya sedikit. Pun ia tak sempat ganti baju sehingga masih mengenakan pakaian dengan gaya Ahok berikut tahi lalat di dagu.

Menurut Daniel, awal pertemuan dengan Ahok terasa canggung karena ia berdandan gaya mantan Gubernur DKI itu. Bahkan Ahok sempat melihat Daniel dari ujung kaki sampai kepala.

"Dia bilang rambutnya saja yang mirip. Dalam hati gue bilang muka gue lebih ganteng," kata Daniel sambil tertawa.

Pertemuan dengan Ahok kurang lebih berlangsung tiga jam dengan perbincangan yang lebih banyak bercanda. Selama berbincang, Daniel selalu memperhatikan gerak tubuh Ahok agar ia bisa meniru dengan baik.

[Gambas:Youtube]

Selain Daniel, masih ada sederet aktor lain. Mereka adalah Eric Febrian sebagai Ahok muda, Denny Sumargo sebagai Kim Nam kala muda, Chew Kin Wah sebagai Kim Nam, Sita Nursanti sebagai Buniarti, Eriska Rien sebagai Buniarti muda dan Jill Gladys sebagai adik Ahok yang bernama Fifi Lety Indra.

Sutradara Putrama Tuta menjelaskan A Man Called Ahok fokus bercerita tentang kehidupan Ahok di Belitung Timur dari SMP sampai menjadi Bupati, terutama akan bercerita tentang hubungan keluarga antara Ahok dengan Kim Nam.

Selain sebagai sutradara, Tuta juga berperan sebagai penulis bersama Ilya Sigma dan Dani Jaka. Penulisan naskah dilakukan selama bulan Februari sampai Desember 2017 sembari riset, termasuk bertemu dengan Ahok.

Tuta menjelaskan saat ini A Man Called Ahok sudah memasuki tanap pasca produksi sejak selesai produksi pada April lalu. Film ini direncanakan rilis pada November 2018.

(end)