Tiru Suara Ahok, Daniel Manfaatkan Riwayat Tumor Pita Suara

Muhammad Andika Putra, CNN Indonesia | Jumat, 07/09/2018 15:24 WIB
Tiru Suara Ahok, Daniel Manfaatkan Riwayat Tumor Pita Suara Daniel Mantanta mengaku memanfaatkan riwayat penyakit tumor pita suara yang pernah diderita untuk dapat suara serak khas Ahok dalam film 'A Man Called Ahok'. (CNN Indonesia/Endro Priherdityo)
Jakarta, CNN Indonesia -- Suara Daniel Mananta dalam cuplikan film A Man Called Ahok terasa mirip dengan suara asli Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. Beberapa kali dalam cuplikan terlihat Daniel marah dengan suara serak basah seperti Ahok.

Suara itu didapat Daniel melalui pembacaan naskah, latihan akting bersama Yayu Unru dan menonton video Ahok. Lewat video, Daniel mempelajari gaya bicara dan gerak tubuh, terutama ketika Ahok sedang marah.

"Ada pelafalan yang harus saya hafalkan, dikasih masukan lidahnya dikebelakangin sedikit. Teknik seperti itu yang saya pelajari banyak banget," kata Daniel saat jumpa media di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (6/9).


Suara serupa dengan Ahok mudah ditirukan Daniel karena ia memiliki riwayat tumor jinak pita suara pada 2012 lalu. Bahkan suara dia sempat hilang saat menjadi pembawa acara ajang pencarian bakat.


"Pita suara gue ada tumor jinak gitu harus dioperasi. Suara gue untuk karakter Ahok bisa gue kembalikan ke saat itu. Gue kaget ternyata mirip," kata Daniel.

Daniel sempat bertemu Ahok pada Maret lalu di Rumah Tahanan Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok. Ia berbincang dengan Ahok selama tiga jam, termasuk bertanya mengenai suara.

"Gue actually nanya, bagaimana suara berubah. Ternyata dari dulu suaranya begitu," kata Daniel.

Mendapatkan peran Ahok tidak mudah bagi Daniel karena ia harus casting sebanyak dua kali. Pria berusia 37 tahun itu merasa casting pertama kurang bagus karena ia tampil sebagai pembawa acara.


Daniel meminta waktu pada sutradara Putrama Tuta kembali casting untuk mempelajari karakter Ahok. Hal itu dilakukan Daniel karena merasa terhormat diminta casting dan menyukai karakter Ahok.

Film berjudul A Man Called Ahok ini diadaptasi dari buku berjudul sama karya Rudi Valinka alias Kurawa. Buku tersebut berisikan kumpulan cuitan Kurawa lewat Twitter tentang kehidupan lampau Ahok di Belitung Timur.

Dalam kesempatan yang sama, Rudi menjelaskan film ini akan bercerita tentang hubungan keluarga Ahok dengan ayahnya, Kim Nam. Terutama cerita yang belum diungkap dalam buku.

"Yang dibuku adalah hasil, yang di film ini adalah proses untuk mencapai hasil itu," kata Rudi.

Saat ini A Man Called Ahok sudah memasuki tanap pasca produksi sejak selesai produksi pada April lalu. Film ini direncanakan rilis pada November 2018.

[Gambas:Youtube] (end)