Verzilov jatuh sakit setelah menghadiri persidangan Veronika Niklushina, personel Pussy Riot lainnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Setelah sempat kritis beberapa waktu lalu, Verzilov kini disebut masih menderita amnesia, pusing dan kebingungan.
"Jika Anda menanyai Peter tentang mengapa ada seseorang yang mau meracuninya, dia akan memberitahu tentang penahanan Igor Sechin, terlepas dari apakah ada sinyal di Kutub Utara atau tidak, tentang penampilan penari Marina Abramovic dan Ulay, dan fantasi post-modern-nya. Mungkin sedikit terdengar menakutkan, tetapi Peter tetap memiliki selera humornya yang aneh," kata Pussy Riot dalam pernyataan mereka, dilansir dari NME pada Rabu (19/9).
"Ketika dia melihatku dan Nika Nikulshina kemarin, dia berkata, 'senang sekali melihatmu tanpa diborgol'. Penting untuk menyadari, hidup Peter dalam bahaya. Dia bisa mati kalau Nika tidak berada di dekatnya saat itu," ungkap Pussy Riot.
Verzilov merupakan satu dari empat personel Pussy Riot yang ditahan setelah menerobos masuk lapangan saat pertandingan final Piala Dunia, Juli lalu.
Melakukannya sebagai bentuk protes terhadap kepolisian Rusia, mereka divonis penjara selama 15 hari dan dilarang menghadiri acara olahraga apapun selama tiga tahun.
(rea/ard)