Lima Memori Neno Warisman di Panggung Hiburan

Tim, CNN Indonesia | Sabtu, 22/09/2018 11:40 WIB
Lima Memori Neno Warisman di Panggung Hiburan Sebelum berpolitik, Neno Warisman dikenal sebagai penyanyi pop sukses. Musisi-musisi besar nasional pun banyak bekerja sama dengannya. (CNN Indonesia/Fachri Fachrudin)
Jakarta, CNN Indonesia -- Jauh sebelum terjun berpolitik, Neno Warisman adalah nama lama di dunia seni Indonesia. Ibu tiga anak tersebut mengawali kiprahnya dengan menjuarai lomba baca puisi se-Jakarta di akhir tahun 70-an.

Dari sana, dia merambah ke olah vokal dan main film. Selama satu dekade, dia aktif melahirkan album demi album, juga berperan di film Sayekti dan Hanafi dan Semua Sayang Kamu. Dari kedua film itu, akting Neno mendapat banyak ulasan positif.

Sederet album pun dilahirkan, diikuti sejumlah video musik dengan gaya glamor khas '80-an. Neno juga sering tampil di berbagai festival nyanyi dan menyumbangkan suara di beberapa kompilasi.


Nama-nama besar yang hadir dalam diskografi Neno tak ayal terbukti mendukung kualitas dan popularitas dirinya saat itu. Berikut beberapa karya di masa lalu Neno Warisman.

Matahariku

Matahariku adalah rilisan kedua Neno pada 1983, sebelumnya dia punya album debut self-titled. Album kedua ini sukses melambungkan nama Neno.

Selama berminggu-minggu, track Matahariku menduduki tangga-tangga lagu di berbagai radio Indonesia. Di album yang sama, Neno mendaur ulang lagu Di Batas Kerinduan dari Elfa's Singer. Track Cinta Suci dan Resah pun turut menjadi hit single.

[Gambas:Youtube]


Matahatiku

Berusaha mengejar kesuksesan Matahariku, single dan album bertajuk Matahatiku dilepas setahun kemudian.

Neno menggaet Guruh Soekarnoputra yang turut memberikan lagu Asmaraku pada album ini.

Namun lagu itu jauh lebih populer dibandingkan lagu andalan album ini, Matahatiku. 

Pun album ini terbilang gagal mendulang popularitas serupa  album sebelumnya.

[Gambas:Youtube]

Kulihat Cinta Dimatanya

Menyusul pada 1985, Neno menambah album Kulihat Cinta Dimatanya di daftar diskografi.

Album inilah yang berhasil mengembalikan nama Neno ke jajaran depan penyanyi Indonesia.

Uniknya, album ini sebenarnya merupakan kumpulan lagu pengiring film Cinta di Balik Noda dan sekuelnya, Kulihat Cinta Dimatanya.

Aktris Meriam Bellina yang berperan jadi Atika yang menyumbangkan suara aslinya dalam film, namun untuk versi kaset, Neno yang menyanyikannya.

[Gambas:Youtube]


Nada Kasih

Bisa dibilang kesuksesan lagu ini yang mengokohkan nama Neno di garis depan penyanyi Indonesia di era tersebut. 

Pada 1987, Fariz RM merilis album Do Not Erase dan mengajak Neno berkolaborasi di Nada Kasih.

Nada Kasih meraih popularitas begitu besar, sampai banyak versi daur ulangnya, mulai dari Rio Febrian sampai Lala Suwages.

Sekarang, lagu yang sama masih sering dibawakan secara langsung di atas panggung, seperti yang dilakukan oleh Tulus dan Yura Yunita tahun lalu.

[Gambas:Youtube]

Sebuah Obsesi

Kerjasama Neno dan Fariz RM kemudian berlanjut, kali ini untuk album solo Neno.

Tahun 1988, Sebuah Obsesi diluncurkan. Banyak nama tersohor terlibat di album ini, seperti Dwiki Dharmawan, Dian Pramana Poetra, Dorie Kalmas sampai James F. Sundah.

Namun album ini pula yang menjadi bukti kolaborasi terakhir Neno dan Fariz.

[Gambas:Youtube]

(rea)