FOTO: Yang Tersisa dari Sejarah Tsar Terakhir Rusia

Reuters, CNN Indonesia | Senin, 24/09/2018 08:58 WIB

Jakarta, CNN Indonesia -- Nikolai II merupakan raja atau Tsar terakhir Kekaisaran Rusia yang bubar pada 1917. Di akhir hidupnya, Nikolai II kehilangan nyawa dan kekuasaan dengan tragis.

Sebuah silsilah keluarga dalam pameran The Last Tsar: Blood and Revolution di Science Museum, London, 20 September lalu menunjukkan riwayat penyakit hemofilia B yang menyerang putra Tsar Nikolai II, Alexei. (REUTERS/Peter Nicholls)
Dalam pameran The Last Tsar: Blood and Revolution, segala kisah yang tersisa dari Nikolai II, Tsar atau Raja terakhir dari Kekaisaran Rusia dipamerkan kepada publik. (REUTERS/Peter Nicholls)
Nikolai II menjadi Tsar Rusia pada 1894. Pada masa pemerintahannya terjadi peningkatan teror, perlawanan, dan kekacauan. (REUTERS/Peter Nicholls)
Nikolai II menghadapi berbagai polemik internal negerinya. Ia dipaksa untuk memberlakukan sebuah konstitusi, namun membatasi pengaruh dan kekuasaan Majelis Perwakilan. (REUTERS/Peter Nicholls)
Sejarah mencatat, Nikolai II menjadi Tsar kala Kekaisaran Rusia menjadi sebuah negara adidaya. Namun di tangannya, perekonomian dan stabilitas hancur. (REUTERS/Peter Nicholls)
Kala Nikolai II memerintah, Kekaisaran Rusia mengalami kekalahan besar dalam perang Rusia-Jepang yang mengakibatkan kehancuran total Armada Baltik Rusia dalam Pertempuran Tsushima. (REUTERS/Peter Nicholls)
Nikolai II mengundurkan diri setelah Revolusi Februari 1917. Saat itu, dia dan keluarganya pertama kali ditahan di Istana Alexander di Tsarskoye Selo, lalu di Rumah Gubernur di Tobolsk, dan akhirnya di Rumah Ipatiev di Yekaterinburg. (REUTERS/Peter Nicholls)
Ia dan keluarganya lalu diserahkan kepada Ural Soiet dan semuanya dieksekusi di dalam sebuah ruangan bawah tanah oleh para Bolshevik pada tanggal 17 Juli 1918. Sejak era itu, Rusia masuk ke Pemerintahan Sementara dan Uni Soviet. (REUTERS/Peter Nicholls)