Netizen Dorong Raisa Temui Sutopo via #RaisaMeetSutopo

Tim, CNN Indonesia | Selasa, 02/10/2018 17:05 WIB
Netizen Dorong Raisa Temui Sutopo via #RaisaMeetSutopo Netizen tampaknya ingin memberikan kado untuk Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho berupa mempertemukannya dengan Raisa. (ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja)
Jakarta, CNN Indonesia -- Netizen tampaknya memiliki kado khusus untuk Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho yang terus gigih memberikan perkembangan terkini terkait bencana gempa dan tsunami di Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah.

Publik dunia maya mendorong penyanyi Raisa Andriana untuk bertemu dengan nara sumber utama perkembangan terkini penanganan bencana tersebut lantaran diketahui Sutopo mengidolakan pelantun Mantan Terindah itu lewat #RaisaMeetSutopo.

Perihal Sutopo mengidolakan Raisa diketahui dari hasil penelusuran netizen bahwa Sutopo kerap menyapa Raisa melalui Twitter hanya untuk menyapa atau berinteraksi.


Kebiasaan Sutopo itu lantas mengundang simpati dari para warganet terlebih ia dikenal sebagai sosok yang berjasa dalam berbagi informasi terkait bencana di Indonesia.


Belum lagi Sutopo pun dikenal gigih bekerja meski kondisinya yang sedang mengidap kanker paru-paru stadium 4B dan dirinya akan berulang tahun pada 7 Oktober mendatang.

"Pertemuan @raisa6690 bisa jadi sedikit kado dan semangat untuk Pak Sutopo yang akan berulang tahun tanggal 7 Oktober nanti. Mewakili teman-teman BNPB dan relawan yang sedang berjuang di lokasi-lokasi bencana. #RaisaMeetSutopo," tulis pemilik akun @Outstandjing.



"Orang yang sangat berdedikasi terhadap pekerjaannya. Di tengah pergumulannya dengan penyakit yang dialami, pak Topo masih terus menerus memberikan informasi mengenai bencana maupun mitigasi kepada warga. Yuk kita semangati beliau terus dengan mempertemukannya dengan Raisa," cuit netizen lainnya.







"Kata Pak @Sutopo_PN , hidup itu bukan panjang pendeknya umur, tapi seberapa besar kita dapat bantu orang lain. Karena Pak Sutopo mention Raisa, yuk kita bikin biar bisa ketemuan #RaisaMeetSutopo," ujar pemilik akun Irene.



Bukti Sutopo mengidolakan Raisa pun tersebar di Twitter. Salah satunya pada Juni lalu, saat Raisa berusia genap 28 tahun, Sutopo membalas cuitan sang biduan wanita itu dengan ucapan selamat.

"Wah hanya beda 20 tahun dengan saya yang umur 48. Angka bagus 48 dan 28. Cuma sayang enggak berjodoh. Anggap saja takdir. Selamat ya dik Raisa," tulis Sutopo.





Pengamat musik Adib Hidayat kemudian turut membantu menyampaikan gerakan ini kepada Raisa begitu juga manajernya. Ia memberi isyarat bahwa Raisa dan sang manajer telah memberi tanggapan positif untuk membuat pertemuan tersebut.

"Semesta memberkati, ini saya lagi di Jogja ketemu Boim, manager @raisa6690. Nomor HP pak @Sutopo_PN saya kasih ke Boim. Raisa juga sudah bales Whatsapp saya. Tunggu tanggal mainnya :) #RaisaMeetSutopo," tulisnya.



Curhat Kesulitan Jalani Tugas

Sutopo baru-baru ini juga secara terbuka mengungkapkan kesulitannya menjalankan tugas sebagai sumber utama kepastian kabar perkembangan penanggulangan bencana gempa dan tsunami Palu dan Donggala kepada media.

Melalui sebuah pernyataan kepada CNNIndonesia.com, Minggu (30/9), Sutopo menjelaskan alasan mengapa dirinya kala itu belum mampu memberikan banyak informasi yang dibutuhkan publik terkait kondisi di Palu dan Donggala.

Sutopo menggambarkan bahwa sejak kejadian gempa dan tsunami di Palu dan Donggala, ponselnya tak berhenti berdering. Dirinya menerima banyak pertanyaan, baik melalui telepon atau pun pesan singkat tentang kondisi terkini.

"Banyak sekali telpon yang saat saya angkat ternyata bukan hanya dari media. Tapi dari staf Kedutaan, Konsuler, Kementerian/Lembaga, dan masyarakat yang menanyakan kondisi di Sulteng sana," kata Sutopo.


"Entah memperoleh nomor telpon dari mana, banyak masyarakat yang menanyakan ke saya tentang orangtuanya, anak, saudara, kerabat, teman dan lainnya yang belum dapat dihubungi sampai saat ini di tempat bencana sana. Orang asing pun banyak yang telepon atau WhatsApp menanyakan korban dan penanganan," lanjutnya.

"Saya harus melayani dan menjelaskan semuanya. Harus sabar, telaten dan membesarkan hati masyarakat yang kehilangan saudaranya. Komunikasi memang lumpuh. Saya sendiri kesulitan mencari data," katanya, kala itu.

"Jadi mohon maaf teman-teman media saya tidak dapat melayani wawancara satu per satu," kata Sutopo. "Mohon maaf saya tidak dapat menjawab pertanyaan lisan dan tulisan satu per satu. Mohon maaf tidak bisa wawancara ke studio,"

Sutopo pun menjelaskan kondisi fisiknya yang terbilang melemah akibat melawan penyakit kanker paru-paru. Dirinya diketahui kerap membagikan kegiatannya berobat dan kemoterapi lalu melanjutkan tugas menyampaikan informasi.



"Kondisi saya masih sakit. Masih pemulihan dari kanker paru-paru. Fisik rasanya makin lemah. Nyeri punggung dan dada kiri menyakitkan," kata Sutopo.

"Rasa mual, ingin muntah, sesak napas, daan lainnya saya rasakan. Bahkan tulang belakang saya sudah bengkok karena tulang terdorong massa kanker, makanya jalan saya miring," lanjutnya.

"Namun, mohon maaf kondisi fisik saya tidak bisa ditipu. Sakit kanker paru-paru stadium 4B yang telah menyebar di beberapa bagian tubuh menyebabkan saya lemah," katanya.

"Jika sehat pasti saya lakukan kapanpun, dimana pun, bagaimanapun selama 24 jam 7 hari seminggu." lanjutnya. (agn/end)