Dikhianati, Drake Sebut Kanye West Manipulatif

Tim, CNN Indonesia | Senin, 15/10/2018 14:01 WIB
Dikhianati, Drake Sebut Kanye West Manipulatif Drake menuturkan asal-mula perseteruannya dengan Kanye West dan Pusha T. (Foto: Kevin Winter/Getty Images for Coachella/AFP)
Jakarta, CNN Indonesia -- Rapper Drake akhirnya buka suara soal perseteruan kontroversial dirinya dengan Kanye West dan Pusha T. Melalui wawancara terbaru dengan HBO untuk program 'The Shop', musisi hip-hop asal Kanada tersebut membeberkan perseteruannya dengan suami Kim Kardashian itu lebih dulu.

Berbicara kepada kepada LeBron James dan Maverick Carter yang memandu wawancara tersebut, Drake mengklaim bahwa semula Kanye mengulurkan tangan untuk membantunya di musik karena ingin menjadi seperti Quincy Jones, musisi sekaligus produser.

Hanya saja, kata Drake, saat itu Kanye memberikan beberapa syarat jika dia benar-benar menginginkan bantuan darinya. Drake harus memutar musiknya ke Kanye sebelum dirilis dan memberi tahu dia kapan waktu perilisannya.



"Jadi saya berada di studio, kira semua merasakan getaran asli dari itu. Saya memainkan musik saya dan mengatakan kepadanya kapan akan meluncurkan itu," kata Drake sembari mengungkapkan bahwa lagu 'Lift Yourself' yang dirilis Kanye pada akhir April lalu semula diberikan padanya.

"Dia seperti, 'Yo, kau bisa memiliki ini [lagu 'Lift Yourself'] jika kau mau.' Dan saya begitu senang. Saya mulai menulis untuk lagu itu. Dan kemudian dia seperti, 'Yo, kamu harus datang ke Wyoming.' Lalu saya ke sana," tuturnya lebih lanjut.

Saat itu, Drake mengaku masih percaya bahwa permintaan Kanye agar dirinya datang ke Wyoming adalah wujud nyata kolaborasi mereka. Namun seketika ia terkejut setelah mendapat kabar dari sang produser bahwa Kanye sedang mengerjalan album untuk dirinya sendiri.


Ia yang masih berusaha optimis pun tetap pergi menemui Kanye untuk memproduksi musik bersama dan mematangkan ide. Selama berada di sana, pencetak hit 'God's Plan' ini memainkan lagu 'March 14' untuk Kanye, bahkan ia mengaku menunjukkan foto putranya yang saat itu masih dirahasiakannya dari publik.

"Saya katakan padanya saya mengalami masalah dengan ibu dari putra saya. Kami pun memiliki sejumlah percakapan," kenang rapper berusia 31 tahun ini.

Beberapa hari kemudian, Drake terbangun hanya untuk mengetahui bahwa Kanye merilis 'Lift Yourself'.

"'Lift Yourself' dirilis dan dia tak berbicara apapun. Oh, ini orang ini mempermainkan saya. Ini adalah tindak manipulatif, seperti 'Saya ingin menghancurkanmu'. Jadi saya cukup tahu. Saya akan kembali membuat jarak dengannya [Kanye]. Saya tahu apa ini," ucapnya, mengungkapkan kekecewaan.

Mengutip Ace Showbiz, Drake kemudian menyatakan semakin kecewa saat tahu Pusha T meluncurkan album yang diproduksi oleh Kanye. Terlebih, salah satu lagu di dalam album itu menyampaikan kata-kata yang tak pantas untuk dirinya.

"Saya ada di sana denganmu sebagai teman yang menolongmu, dan sekarang kau mencelaku. Jadi aku seperti, 'oke kawan, ini tidak menyenangkan'," paparnya.


Dia kemudian melanjutkan bahwa permusuhannya dengan Pusha T dipicu dengan lagu yang mengutarakan tentang perannya sebagai ayah dalam lagu 'The Story of Adidon'. Drake mengaku tak masalah tentang terbongkarnya rahasia ia memiliki seorang anak. Namun, salah satu bait yang mengharapkan kematian temannya dianggap sudah berlebihan.

"Ketika kau menyebut orang yang tidak berdaya di rumah sakit, yang kemudian meninggal dunia, itu benar-benar mengirim saya ke tempat di mana saya baru percaya, bahwa ada harga yang harus kau bayar untuk yang telah terjadi," katanya.

Karena itu, Drake mengaku telah membuat lagu balasan sebagai bentuk tanggapannya. Namun dia memutuskan untuk tak merilisnya. Baginya, itu karena ia tak ingin menjadikan kasus ini sebagai sesuatu yang ingin diingatnya terus-menerus.

(agn/rea)