Jejak Nada Titi Qadarsih, Mulai dari Koes Plus hingga Gombloh

Tim, CNN Indonesia | Senin, 22/10/2018 13:44 WIB
Jejak Nada Titi Qadarsih, Mulai dari Koes Plus hingga Gombloh Meski memiliki rekam jejak lebih banyak dalam bentuk film, Titi Qadarsih juga pernah manggung dengan Koes Plus dan Gombloh. (Screenshot via instagram (@indraqadarsih))
Jakarta, CNN Indonesia -- Pesohor lawas Titi Qadarsih dikabarkan meninggal dunia di usia 73 tahun pada Senin (22/10). Semasa hidupnya, Titi adalah seniman serba bisa, mulai sebagai aktris, peragawati, hingga musisi.

Nama Titi Qadarsih tak bisa dilepaskan dari grup Salanti Bersaudara. Ia merupakan salah satu anggota dari grup itu bersama Siti Salamah Koerniati atau yang kerap dipanggil Sally Sardjan, dan Ani Tjokro.

Grup tersebut dibentuk pada dekade '60-an. Ketiganya kerap manggung dari panggung ke panggung.


Akan tetapi mereka tak manggung sendirian, pengamat musik mendiang Denny Sakrie mencatat grup itu kerap tampil bersama Koes Bersaudara yang kemudian dikenal sebagai Koes Plus.

[Gambas:Instagram]


Kebersamaan dengan Koes Plus itu pula yang membuat nama Titi melambung. Namun sayangnya, Titi tak lama bersama dengan Salanti Bersaudara.

"Ketika Salanti Bersaudara vakum, Sally yang tetap bersemangat untuk bermusik menggagas terbentuknya band wanita The Singers," kata mendiang Denny Sakrie dalam catatan dalam blog pribadinya.

"Sally (keyboard) lalu mengajak Neneng Salmiah (gitar,vokal), Shinta Dungga (gitar,vokal), Henny Poerwonegoro (vokal,drum) dan Tuti Thaher (bass) untuk ikut bergabung," kata Denny.

"Ini terjadi pada tahun 1967, di saat iklim politik di negeri ini berubah dari rezim Orde Lama ke Orde Baru," lanjutnya.

Di sisi lain, Titi mulai sibuk dengan profesi barunya, yaitu akting. Ia tercatat mulai menekuni profesi akting itu lewat film Hantjurnya Petualang (1966), yang kemudian membuatnya ketagihan.


Ia terus berkarya di depan kamera. Titi terlibat dalam film Dibalik Tjahaja Gemerlapan (1966), dan Wadjah Seorang Laki-Laki (1971).

Titi tetap menekuni profesi akting hingga pada dekade '80-an, tepatnya pada 1984, ia kembali muncul dalam sebuah karya musik. Musisi lawas mendiang Gombloh mengajaknya untuk duet.

Denny Sakrie direkrut oleh Gombloh untuk tampil dalam video klip Kugadaikan Cintaku dan rilis pada 1984. Ternyata, duet Titi dan Gombloh itu berlanjut.

Pada 1987, Gombloh kembali mengajak Titi untuk terlibat dalam karyanya. Kali ini, dalam sebuah lagu yang legendaris, Apel.

Dalam lagu yang masih eksis dalam pencinta musik klasik hingga kini, Titi memainkan bagian yang ikonis, yaitu lirik "la la la" dan menari menggoda Gombloh dalam video tersebut.

[Gambas:Youtube]

Video tersebut tergolong unik di kalanya. Titi dengan percaya diri berjoget meliak-liuk sembari sesekali bersender dengan Gombloh yang 'stay cool' memainkan gitar.

Denny Sakrie menjelaskan, video Apel dari musisi Gombloh merupakan bagian dari era kebangkitan video musik di Indonesia yang mulai marak muncul di TVRI kala itu.

Memasuki dekade '90-an, Titi Qadarsih memang tak terlalu banyak berkecimpung dalam dunia musik. Tercatat, ia lebih banyak berakting di depan kamera film.

Setidaknya, semasa ia hidup, Titi Qadarsih pernah tampil di 19 film dengan berbagai macam genre, mulai dari drama percintaan hingga horor seperti Terowongan Casablanca (2007).

Namun bukan berarti Titi Qadarsih tak memiliki peninggalan dalam dunia musik, anaknya, Indra Qadarsih merupakan personel dari band BIP dan pernah bergabung dengan Slank. (end)