Diberi nama Semesta Terumbu Karang atau dalam bahasa Inggris disebut Coral Universe, karya seni keramik serupa koral terumbu karang ini berdimensi 18×2,5 meter. Karya ini pun kokoh terpajang di bagian outdoor Gedung Pusat Konservasi Laut Center For Marine Conservation (CTC) yang berlokasi di Sanur, Bali.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Semesta Terumbu Karang juga memakai teknologi dalam penggunaannya. (Foto: CNN Indonesia/Tiara Sutari) |
Pengunjung hanya perlu memindai instalasi keramik Semesta Terumbu Karang, setelah itu versi AR dan VR akan muncul di gawai. Saat itulah pengunjung bisa bermain sebagai penyelam dan melihat kekayaan bawah laut melalui pemandangan video 360 derajat.
Kombinasi karya seni ini memang disebut tak hanya untuk dinikmati dalam bentuk seni tetapi juga untuk mengedukasi dan memperkenalkan konservasi laut kepada khalayak umum.
Meski ditempatkan di Indonesia, khususnya di Bali, karya ini merupakan ide dan buah pikir dari seniman asal Amerika Serikat Courtney Mattison. Ide tersebut diakuinya terinspirasi dari betapa kayanya perairan Indonesia dengan berbagai jenis terumbu karang yang tersebar di bawah laut.
"Bagi saya baik sebagai seniman maupun sebagai ilmuwan kelautan, banyak sekali terumbu karang yang dimiliki Indonsia dan negara lainnya yang masuk dalam coral triangle," kata Courtney saat ditemui CNNIndonesia.com di Gedung CTC, Sanur, Bali, Selasa (30/10).
"Terumbu karang di Indonesia ini seperti Amazon di bawah laut dan ini menjadi sumber inspirasi yg tak ada habisnya untuk saya bisa menyoroti betapa pentingnya kita lindungi terumbu karang sebelum dirusak perubahan iklim," kata dia, menjelaskan alasannya membuat karya seni ini, alih-alih yang lain.
Meski ide dan gagasan itu sepenuhnya berasal dari dirinya, Courtney mafhum bahwa tak mungkin proyek sebesar itu dia kerjakan sendirian. Dia pun kemudian menggandeng seniman asal Indonesia, Ricko Gabriel dan merekrut 300-an lebih relawan dari berbagai bidang untuk membantunya mengerjakan sekitar 3000-an keramik berbentuk koral yang kini telah terpajang di tembok bangunan CTC.
"Jadi memang proyek ini adalah proyek pertama yang saya lakukan dan harus melibatkan orang lain, hal baru bagi saya namun senang sekali untuk bekerja dengan orang-orang ini dan mereka baru, dan mereka juga belajar membuat keramik tapi saya senang sekali karena banyak orang yang terlibat dalam menghasilkan karya ini," kata Courtney.
Instalasi Semesta Terumbu Karang ini sendiri terdiri dari enam lingkaran spiral yang saling berkesinambungan, bentuk ini sendiri menurut artis keramik Ricko Gabriel yang turut mewujudkan instalasi ini, merupakan perlambang dari enam negara yang tergabung dalam coral triangle.
Enam negara itu yakni, Indonesia, Malaysia, Papua Nugini, Filipina, Solomon Island, dan Timor Leste. Desainnya memang menggarisbawahi keterkaitan dan pentingnya peran yang dimainkan oleh keenam negara ini dalam menjaga terumbu karang dunia.
"Karena walau hanya melingkupi 1,5 persen luasan laut dunia, kawasan ini menjadi rumah bagi 76 persen spesies terumbu karang dan habitat bagi 37 persen ikan karang dunia," kata Ricko. (tst/rea)
