Kehidupan Musisi Prince Diwujudkan dalam Serial Netflix

CNN Indonesia | Kamis, 01/11/2018 07:42 WIB
Kehidupan Musisi Prince Diwujudkan dalam Serial Netflix Kehidupan musisi Prince akan segera dapat ditonton di layanan streaming berbayar. (Foto: REUTERS/Chris Pizzello)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kisah kehidupan musisi Prince Rogers Nelson akan diceritakan lewat serial web yang tayang di layanan streaming Netflix. Kursi sutradara diduduki oleh Ava DuVernay yang sebelumnya menyutradarai film 'Middle of Nowhere' (2012) dan 'Selma' (2014).

"Prince orang yang jenius, bahagia dan menghentak rasa. Dia tidak seperti yang lain, Dia menghancurkan prasangka, menghancurkan batas-batas dan berbagi lewat musik," tulis DuVernay melalui akun twitter @ava dengan membalas kicauan berita tentang serial 'Prince'.




Ia melanjutkan, "Satu-satunya cara yang saya tahu bagaimana membuat film ini adalah dengan cinta dan kepedulian yang besar. Saya merasa terhormat untuk melakukannya dan bersyukur."



DuVernay selaku sutradara, mengungkapkan ini seperti mimpi Prince yang terkabulkan. Melansir Deadline, sebelum meninggal Prince sempat menghubungi DuVernay untuk bekerja sama.

Pun sutradara berusia 46 tahun ini mendapat persetujuan dari pihak keluarga Prince. Ia memiliki akses untuk mendapatkan arsip rekaman, materi yang belum pernah dirilis dan data penggemar.



Beberapa waktu lalu, DuVernay bersama tim yang akan menggarap serial sudah mengunjungi Museum Paisley Park yang berdiri di lahan pribadi milik Prince. Mereka juga telah berkunjung ke studio bekali-kali dalam beberapa bulan belakangan.

Prince meninggal di usia 57 tahun pada April 2016 akibat overdosis obat pereda nyeri. Ia tak meninggalkan surat wasiat dan anak. Hingga saat ini keluarga besarnya bersama-sama mengurus segala peninggalannya selama berkarier di dunia musik.

Beberapa waktu lalu, pihak keluarga Prince meminta Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump untuk berhenti menggunakan musik milik almarhum dalam setiap kampanye. Pernyataan dari keluarga Prince ini menambah daftar panjang musisi yang menolak karyanya digunakan Trump. (adp/rea)