Lima Rekomendasi Film Horor Asia

CNN Indonesia | Rabu, 31/10/2018 16:33 WIB
Lima Rekomendasi Film Horor Asia Lima rekomendasi film horor Asia yang akan 'menggoda' adrenalin untuk meramaikan Halloween. (Foto: REUTERS/Jon Nazca)
Jakarta, CNN Indonesia -- Film berhawa mengerikan menjadi pelengkap identik untuk menyambut perayaan Halloween pada 31 Agustus.

Tak dipungkiri, bioskop Indonesia cenderung menyuguhkan film horror dan thriller dari Hollywood. Meski demikian, sesungguhnya film berwajah Asia juga patut diperhitungkan perihal membuat bulu kuduk merinding, utamanya karena kedekatan kultur dan budaya.

Berikut lima film horor Asia rekomendasi CNNIndonesia.com yang layak jadi referensi, dipilih dari lima negara. Meski tak banyak terjamah oleh pecinta horor, 'Feng Shui', 'Dorm', 'Diary', 'Hide and Seek', dan 'Where Got Ghost?' bisa menjadi alternatif tontonan saat mengisi perayaan Halloween.



'Feng Shui' (2004)

Joy (diperankan Kris Aquino) berada di masa kejayaannya, baik dari segi karier dan keuangan. Di sisi lain, ia harus menyaksikan satu per satu orang terdekatnya meninggal tragis.

Kaca Bagua yang mengantarnya pada segala keberuntungan hidup, ternyata membunuh siapapun selain dirinya yang sempat berkaca di cermin itu. Sebagai tumbal, setiap orang terdekatnya itu terbunuh sesuai zodiak China-nya masing-masing.

Film supernatural karya Filipina ini memberi suasana tegang dan mengerikan sepanjang 115 menit.

Kental akan budaya Asia, 'Feng Shui' memadukan elemen khas Asia seperti kaca Bagua yang melambangkan filosofis Yin dan Yang, zodiak China, dan hantu yang diadaptasi dari tradisi kuno mengikat kaki dari China.

Tergolong sukses, 'Feng Shui' sempat merajai bioskop Filipina dengan pendapatan paling tinggi di masanya dan berlanjut ke sekuel kedua 'Feng Shui 2'.

[Gambas:Youtube]




'Dorm' (2006)

Seorang remaja lelaki dikirim ke asrama tua agar memperoleh prestasi lebih baik dan mencegah membocorkan perselingkuhan sang ayah.

Ton Chatree (diperankan Charlie Trairat) merupakan anak yang terasing dari teman sekolahnya dan sulit beradaptasi akibat ditakut-takuti kisah bunuh diri seorang bocah dan ibu hamil di sekolahnya.

Beruntung, Ton punya teman yang sama-sama kesepian untuk menghadapi masa sekolahnya. Namun, Ton akhirnya sadar kalau Vichien adalah arwah bocah yang tenggelam di kolam renang sekolahnya setiap malam.

Film Thailand ini diputar di Bangkok International Film Festival 2006 dan menduduki peringkat pertama di minggu perilisannya. Kesuksesannya merambat ke bioskop di Singapura dan Malaysia, serta Festival Film Internasional Busan.

[Gambas:Youtube]


'Diary' (2006)

Film thriller psikologikal Hong Kong yang ditulis sutradara ternama Pang Brothers ini memberi banyak kejutan di jalan ceritanya. Winnie (diperankan Charlene Choi) adalah seorang wanita dewasa yang sedang patah hati sejak ditinggal mati oleh kekasihnya, Seth.

Hidupnya begitu membosankan dan rutinitasnya tak pernah berubah. Ray (Shawn Yue) yang iba padanya memutuskan untuk menemani Winnie di apartemen.

Banyaknya pertengkaran di antara keduanya membuat Ray berubah diam seribu kata. Winnie kian mabuk dengan kenyataan dan khayalan akibat penyakit memori pendek yang diidapnya. Catatan hariannya malah membuat bingung akan masa lampau, kini, ataupun masa depan.

[Gambas:Youtube]





'Hide and Seek' (2013)

Mengangkat kisah seorang pengusaha sukses yang sudah berkeluarga, Sung Soo (Son Hyun Joo) menduga adik lelaki kandungnya yang terasing sebagai seorang penghuni liar di berbagai kamar rumah susun kumuh.

Kala Soo mencoba mencari tahu tentang fakta tersebut, keluarganya diusik oleh seorang mata-mata yang menandai setiap tembok apartemen mewahnya maupun rumah susun itu dengan kode jumlah penghuni dan jenis kelaminnya.

Film Korea Selatan ini memberi ketegangan sepanjang film, membuat penonton bertanya-tanya pelaku dan motif kasus tersebut. Sedikitnya, 'Hide and Seek' sudah menerima 20 nominasi bergengsi di ajang penghargaan film di negeri ginseng tersebut.

[Gambas:Youtube]



'Where Got Ghost?' (2009)

Film omnibus asal Singapura ini menggabungkan tiga film horor komedi dari tiga latar tempat yang berbeda, di antaranya hutan, pinggir jalan, dan rumah.

Cai, seorang penipu ulung memeras komisi 20 persen dari setiap pelanggannya yang tembus lotere berkat nomor yang direkomendasikannya. Kena batunya karena memakan sesajen dari jalanan, Cai mati tertabrak mobil.

Beda lagi dengan Nan dan Lei, dua tentara yang tengah berlatih menyusuri hutan menggunakan peta. Memutuskan untuk mengambil jalan pintas, Nan dan Lei terjebak di hutan dengan banyak hantu wanita.

Di sisi lain, tiga bersaudara menganggap almarhumah ibunya membawa nasib sial karena meninggal di malam hari. Bao Hui mencoba mengantar abu ibunya ke sebuah kuil, namun bejana berisi abu ibunya selalu kembali lagi ke mobilnya.

[Gambas:Youtube] (tsy/rea)