Eksplorasi Kelompok Penerbang Roket di Album 'Galaksi Palapa'

CNN Indonesia | Jumat, 02/11/2018 16:32 WIB
Unit distorsi Kelompok Penerbang Roket melepas mini album 'Galaksi Palapa', di mana mereka bereksplorasi lebih banyak dengan sound psikedelik. Trio Kelompok Penerbang Roket memilih merilis mini album 'Galaksi Palapa' hanya dalam bentuk fisik cakram padat dan piringan hitam. (Foto: Dok. Kelompok Penerbang Roket)
Jakarta, CNN Indonesia -- Trio Kelompok Penerbang Roket [KPR] melepas mini album terbaru bertitel 'Galaksi Palapa' pada Rabu (31/10) lalu.

Digawangi oleh I Gusti Gede Vikranta, John Paul Patton dan Rey Marshall, KPR menyebutkan mereka banyak bereksplorasi di mini album yang proses pembuatannya dibantu oleh Jaya, ex gitaris Roxx.

"Kami meleburkan beberapa unsur menjadi satu psikedelik, pop, krautrock, hingga space rock," ungkap Viki [drum] melalui press rilis.




Dalam obrolan bersama CNNIndonesia.com, KPR menyebutkan tiga nama besar yang menjadi referensi sound psikedelik mereka, "Hawkwind, Black Sabbath, Pink Floyd."

Menurut KPR, 'Galaksi Palapa' memiliki konsep kuat sejak awal. Berangkat dari ide tiga orang yang punya misi mengeksplorasi luar angkasa demi menemukan galaksi baru, mereka pun sempat membuat film dokumenter beberapa waktu lalu, bertitel 'Menuju Galaksi Palapa'.

"'Menuju Galaksi Palapa' itu dokumenter yang dibuat oleh Hasbi Sipahutar, menangkap proses KPR saat menggarap album mini 'Galaksi Palapa'. Itu semacam promo pra-rilis 'Galaksi Palapa'," ujar KPR.

Memilih untuk mengedarkan 'Galaksi Palapa' hanya dalam bentuk cakram padat dan piringan hitam, trio ini tidak menutup kemungkinan untuk opsi layanan musik streaming. Namun untuk saat ini, mereka memilih mendahulukan video promo yang masih dirahasiakan edarnya. 



Rey pun menyarankan sebuah cara untuk menikmati pengalaman 'Galaksi Palapa', "Dengarkan musiknya, nikmati artwork-nya."

KPR bekerja sama dengan Agung Budi, seniman asal Banjarmasin, untuk artwork mini album 'Galaksi Palapa' Foto: Dok. Kelompok Penerbang Roket
KPR bekerja sama dengan Agung Budi, seniman asal Banjarmasin, untuk artwork mini album 'Galaksi Palapa'


Lima lagu dimuat dalam mini album ini, masing-masing adalah 'Ekspedisi 69', 'Dusta', 'Berita Angkasa', 'Alfa Omega' dan 'Ironi'. Titel yang terakhir juga terpilih menjadi single pertama.

Pada 2015 silam, KPR membuat banyak kepala menengok dengan album debut 'Teriakan Bocah'. Mereka populer dengan musik 'bising' dan aksi panggung heboh seperti membanting gitar, serta lagu-lagu lugas macam 'Anjing Jalanan', 'Mati Muda' dan 'Tanda Tanya'.

[Gambas:Youtube]

(rea)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK