Cara Para 'Papa Rock N Roll' Berkawan dengan Anak

CNN Indonesia | Minggu, 11/11/2018 09:30 WIB
Cara Para 'Papa Rock N Roll' Berkawan dengan Anak Berprofesi sebagai musisi, para Papa Rock N Roll ini melakukan berbagai cara untuk tunjukkan cinta pada anak-anak mereka. (Foto: fsHH/Pixabay)
Jakarta, CNN Indonesia -- Memiliki anak adalah sebuah keputusan besar. Seorang ayah selayaknya bertanggung jawab atas kelangsungan hidup si anak sampai beranjak dewasa, mendidiknya dengan baik dan memberi fondasi kuat sebagai pegangan kelak.

Ketika sebagian ayah punya kehidupan 'normal' dalam artian tertata jadwalnya, tidak demikian dengan para ayah yang berprofesi sebagai penghibur. Armand Maulana (GIGI), Duta (Sheila on 7), Kaka (Slank) dan Baim Imran (The Dance Company) adalah empat di antaranya.

Dikenal sebagai 'anak band', para 'Papa Rock n Roll' ini harus berpisah dari anak untuk menjalani tur, kadang memakan waktu berhari-hari. Mereka bisa saja terpaksa melewatkan hal-hal penting anak demi mencari nafkah, dengan banyak godaan lain di luar panggung, seperti pengalaman Kaka yang pernah terjerat narkoba.


Berbincang dengan CNNIndonesia.com, pria yang mengabadikan nama anak-anaknya di tubuh itu menyatakan ia tak pernah berusaha menutupi masa lalunya.

"Mereka (anak-anak) tahu bapaknya bagaimana, aku juga terbuka dan justru mereka yang selalu encourage bapaknya. Suka nyindir-nyindir saat nonton Slank 'Gak Ada Matinya', mereka nyindir 'Papi jelek ya dulu'," tutur Kaka, merujuk film yang dibintangi para personel Slank dan rilis pada 2013 silam.

Bagi Kaka, anak-anak adalah motivasinya untuk memenangkan pertarungan melawan narkoba dan bertahan hidup sehat. "Itu (punya anak) yang justru ngebangun aku hari ini," katanya.

"Aku punya Chaska, Siti, itu berusaha tetap sambil lihat, kalau salah langkah ke sana (narkoba) lagi, kasihan seperti saat Soleil. Itu selalu aku jadikan patokan bahwa itu adalah hal terburuk. Kalau bisa melakukan yang lebih buruk berarti gue gila," ujar Kaka, menyebut nama anak dari pernikahan pertamanya.

Mempunyai anak yang sudah beranjak remaja, bahkan hampir dewasa, juga merupakan tantangan tersendiri. Apalagi dengan adanya perbedaan generasi, di mana segala hal bisa diakses menggunakan akses internet, serta bergesernya nilai-nilai lama, hal yang diakui pula oleh Armand Maulana.

Suami Dewi Gita ini mengungkapkan, berat dirasanya kala Naja anaknya meminta kuliah di luar negeri. "Kalau saya maksa dia benar-benar di Indonesia, apakah dia akan bahagia?" tanyanya.

Hidup dari jalur musik, seni ini pula yang pada akhirnya mendekatkan hubungan para Papa Rock N Roll dengan anak-anak mereka. Baim Imran pun kerap mengunggah video pendek yang menampilkan dia bermain musik bersama Abbey dan Zoey, menjadikan kedua putrinya idola di Instagram.

Sama seperti Duta yang memilih mobil sebagai sarana koneksi, di mana ia bisa bernyanyi dan bertukar referensi musik dengan anak. "Kalau di mobil itu sudah jadi tempatnya kita nyanyi bareng. Hampir setiap waktu kita bisa nyanyi bareng, ada lagu yang sama-sama kita senang, pasti ya teriak-teriak bareng," ujarnya.

Melihat bakat dan kualitas anak, Duta pun tak segan mengajak Aisha dan Bima mengisi latar vokal salah satu lagu di album 'Musim yang Baik'.

"Saya waktu seumuran mereka, saya nyanyinya belum kayak mereka," kata vokalis asal Jogja tersebut, seraya mengakui ia mendengarkan Ed Sheeran dan Meghan Trainor berkat anak.

Armand menyebut, kesamaan hobi dengan putrinya menjadi poin penting dalam hubungan mereka. Melalui obrolan tentang hobi, ia kerap menyelipkan petuah dan nasehat.

"Saya suka komik, dia juga suka science-fiction, jadi kadang-kadang pada saat di situlah nyambung tuh, kita bisa ngobrol lama. Kalau kasih-kasih nasehat ya pada saat itu juga. Beda kalau di luar itu kadang (nasehatnya) ada yang masuk, ada yang enggak," tuturnya.

Serupa seperti Armand, Kaka mengaku kadang dia harus memaksa anak untuk keluar rumah agar mereka memiliki waktu berkualitas bersama, meski hanya beberapa jam.

Memang berbeda-beda cara para ayah musisi ini untuk menunjukkan cinta, namun semuanya sepakat berbagi tekad sama, yaitu memberikan yang terbaik pada anak. Terlepas dari kesalahan yang dilakukan, mereka adalah ayah biasa yang selalu mengharapkan yang terbaik bagi anak.

"Kalau ada sesuatu dari saya yang kurang pantas dicontoh, mereka bisa tahu itu. Saya pun akan mengakui bahwa Bapak begitu dan kamu seharusnya tidak begitu. Jadi contoh, segala macam yang saya lakukan bisa jadi bahan riset mereka di kemudian hari," ucap Duta.

"Kalau salah, minta maaf. Anak-anakku pun tahu, bapaknya pulang tur setelah seminggu tur, ada sekitar satu setengah hari akan loyo. Itu manusiawi, dan enggak pengen juga anak gue anggap bapaknya superhero yang selalu fit," kata Kaka.

(rea)