Coldplay Disebut Garap Album Baru Tahun Depan

CNN Indonesia | Jumat, 16/11/2018 20:45 WIB
Coldplay Disebut Garap Album Baru Tahun Depan Sekalipun saat ini sedang cuti, band Coldplay disebut sudah punya rencana untuk tahun depan. (Foto: REUTERS/Mike Blake)
Jakarta, CNN Indonesia -- Band Coldplay disebut berencana kembali ke studio pada 2019, untuk mengerjakan album yang disebut 'mengejutkan'.

Mat Whitecross, sutradara yang mengerjakan film dokumenter A Head Full Of Dreams sekaligus teman kuliah para personel Coldplay, mengungkapkan hal tersebut kepada NME.

"Mereka (Coldplay) sedang dalam cuti panjang saat ini, mereka sudah menginginkan masa tenang selama setahun ini," kata Whitecross.


"Mereka belum pernah melakukan hal seperti ini. Saya tak tahu jika kau menyebut Chris (Chris Martin, vokalis) seorang pekerja keras karena dia mencintai pekerjaannya, dia sudah masuk dan keluar studio, menulis tiga atau empat lagu sehari," lanjutnya.


"Tahun ini mereka memutuskan untuk berhenti sejenak. Sejauh yang saya tahu, mereka belum melakukan apa-apa, tetapi sudah ada rencana untuk tahun depan. Bagaimanapun, saya bukan bagian dari band," tutur pria yang juga mengerjakan dokumenter Oasis: Supersonic tersebut.

Whitecross mengakui, dirinya sudah mendengar 'beberapa hal' dan mengambil beberapa gambar saat para personel Coldplay sedang membicarakan 'hal-hal' itu.

Namun menurutnya, bukan haknya untuk membagikan informasi tersebut.

"Coldplay adalah band sukses dengan potret narasi yang selalu sama, 'oh, mereka sedang mencoba melakukan sesuatu'. Terlepas dari kau menyukai mereka atau tidak, setiap album merupakan hasil eksperimen dan selalu berbeda satu sama lain. Seperti Radiohead. Mereka belum menuliskan Kid A di mana penggemar akan berkata 'apa-apaan ini?', tetapi jika kau memutar album pertama lalu album terbaru, kau akan menyadarinya," ungkap Whitecross, merujuk album epik karya band Inggris Radiohead yang rilis pada tahun 2000.

"Mereka selalu menantang diri sendiri dan mengejutkan orang lain. Karena itu mereka bekerja bersama orang seperti Brian Eno. Secara logika, saya yakin apapun yang mereka lakukan akan membuat orang lain kaget," katanya.


Whitecross yang telah mengikuti perjalanan Coldplay selama dua dekade menjelaskan, Chris Martin dan kawan-kawannya selalu bersemangat memulai hal baru.

"Setiap kali menyelesaikan album, mereka merasa sudah habis-habisan. Chris akan berkata, 'oh, kita sudah selesai. Sebagai sebuah band, sudah tak ada lagi apa-apa untuk dikatakan'. Lalu secara bertahap, semua seperti dinyalakan kembali dan mereka mulai bersemangat tentang apa yang akan terjadi berikutnya," ucapnya.

Baru-baru ini Coldplay melepas sebuah film dokumenter berjudul A Head Full Of Dreams, yang dilengkapi dengan album live dan film konser tur dunia untuk menggenapi konsep.

[Gambas:Youtube] (rea)