Kisah Ciuman Pertama untuk Selamanya George HW Bush-Barbara

Tim, CNN Indonesia | Sabtu, 01/12/2018 19:57 WIB
Kisah Ciuman Pertama untuk Selamanya George HW Bush-Barbara George H.W. dan Barbara Bush. (Foto: Photo by - / AFP)
Jakarta, CNN Indonesia -- Mantan presiden Amerika ke-41, George HW Bush tutup usia pada Sabtu (1/12), meninggalkan enam orang anak yang mana dua di antaranya diketahui turut berkecimpung dalam politik.

Istri Bush, Barbara, berpulang terlebih dahulu pada 21 April lalu. Dulu bernama Barbara Pierce, pasangan ini disebut memiliki kisah cinta paling romantis dan paling langgeng dari pasangan presiden Amerika lainnya.

Bush melihat Barbara pertama kali saat dirinya berusia 17 tahun, pada 1941. Saat itu dunia diriuhkan oleh peristiwa Pearl Harbor. Dalam sebuah pesta Natal, Bush memandang seorang gadis dan langsung jatuh cinta.


Ia ingin mengajak bicara gadis cantik itu, namun tak punya keberanian. Seperti yang ditulisnya dalam autobiografi, Bush remaja harus meminta tolong seorang teman untuk memperkenalkannya.

George dan Barbara, masing-masing berbagi ciuman pertama dalam hidup.Foto: AFP PHOTO / CARLOS SCHIEBECK
George dan Barbara, masing-masing berbagi ciuman pertama dalam hidup.
Namun sayang, ketika lagu dalam pesta berganti dan memasuki sesi dansa waltz, kembali Bush hanya bisa termangu. Ia belum pernah belajar berdansa. Tetapi Barbara tidak keberatan, keduanya memilih duduk dan mengobrol untuk saling mengenal.

"Kejadiannya seperti dalam buku," ujar Bush, mengutip USA Today.

Kisah cinta Bush dan Barbara berjalan lancar seperti di film romantis. Keduanya saling menulis surat satu sama lain, mereka jarang bisa bertemu.

Ketika Bush dipastikan masuk militer saat ulang tahun ke-18, dirinya memberanikan diri mengecup bibir Barbara, dan itu adalah ciuman pertama bagi keduanya.

"Saya mencium Barbara dan senang melakukannya. Menurut saya dia tak akan menyesali atau membencinya, dan saya tentu tak malu. Jika Barbara melupakan saya nanti, meskipun sepertinya tidak, atau saya tidak punya kesempatan bertemu lagi, saya tetap tak percaya dia akan membenci atau tidak menyukai saya karena ciuman itu. Dia tahu apa yang saya rasakan dan sepertinya dia merasakan hal yang sama atau dia tak akan mengizinkan saya menciumnya. Saya tak akan mencium gadis lain," tulis Bush dalam surat kepada ibunya pada 1942.

Keyakinan itu terbukti benar. Barbara resmi menjadi tunangannya tepat sebelum Bush berangkat perang sebagai salah satu pilot termuda saat itu.

Dalam perjuangannya, ketika Barbara kuliah di Universitas Smith, Bush menamai pesawatnya dengan Barbara I, Barbara II dan Barbara III. Keromantisan ini membuat Barbara tak sanggup melepaskan Bush dari pikirannya, terutama ketika pesawat kekasihnya ditembak jatuh pada September 1944.

Barbara gagal menyelesaikan kuliah, tetapi ia mendapatkan Bush kembali dalam pelukan pada Natal 1944. Sebulan kemudian, di awal Januari 1945, mereka menikah.

Di saat bersamaan dalam hitungan bulan, Perang Dunia II berakhir dan Bush mendapat penghargaan khusus dari Angkatan Udara Amerika. Pasangan muda dan dimabuk cinta ini pindah ke Connecticut, di mana Bush kemudian kuliah di Yale dan memulai karier politik.

Keluarga Bush tercatat berpindah-pindah sampai 29 kali. Barbara selaku istri, mendukung dan mendampingi Bush dalam setiap kesempatan. Memiliki enam orang anak, pada 1949 keluarga ini berduka ketika putri mereka Pauline Robinson, meninggal akibat leukimia di usia tiga tahun.

Bahkan berpuluh tahun sejak ciuman pertama mereka, Barbara mengakui dirinya masih tetap jatuh cinta pada sang suami. "Saya tetap tua dan tetap jatuh cinta pada pria yang saya nikahi 72 tahun lalu," ujarnya dalam artikel majalah alumni Universitas Smith.

Barbara Bush, saat tulisan itu diturunkan ia berusia 92 tahun, menyebut ada dua rahasia hidup panjangnya: tindak medis dan suaminya.

"Saya punya orang-orang hebat yang memperhatikan kesehatan saya dan menjalani lebih banyak operasi daripada yang kau bayangkan. Saya tidak yakin Tuhan akan mengenali saya, saya punya banyak sekali bagian tubuh baru!" lanjut mendiang Barbara.

"Juga, George Bush yang memberi dunia kepada saya. Dia adalah yang terbaik, selalu memikirkan saya dan penuh cinta," ucap sang istri.

Barbara menyebut dirinya tetap jatuh cinta pada pria yang sama selama berpuluh tahun.Foto: REUTERS/Adrees Latif
Barbara menyebut dirinya tetap jatuh cinta pada pria yang sama selama berpuluh tahun.
Di hari terakhir Barbara, Bush disebut tak pernah meninggalkan sisi istrinya, menggenggam tangan tua Barbara dengan penuh kesetiaan. Bush menangis meratapi kepergian mendiang di hari pemakaman.

Delapan bulan kemudian, Bush menyusul sang istri dan putrinya, Robin.

"Saya menikahi pria yang saya cium pertama kali dalam hidup," ujar Barbara kepada majalah Time, 1989, sambil tersenyum. (rea)