Orkestra Etnik Iringi Penutupan Kongres Kebudayaan ke-100

Tim, CNN Indonesia | Sabtu, 08/12/2018 04:06 WIB
Orkestra Etnik Iringi Penutupan Kongres Kebudayaan ke-100 Denny Malik. (Foto: CNN Indonesia/Hesti Rika)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kongres Kebudayaan Indonesia ke-100 yang berakhir pada Minggu (9/12) mendatang akan ditutup oleh pawai dan tari kebudayaan. Pawai dan tarian akan berlangsung di Jalan Jenderal Sudirman depan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan sampai depan Pintu 7 Gelora Bung Karno.

Art and show director Denny Malik mengatakan kurang lebih ada 2.500 orang yang terlibat dalam pawai dan tarian kebudayaan yang bertema Pusaran Daya Nusantara. Pawai dan tarian terbagi menjadi dua bagian, pagi dan malam.

"Pagi jam 09:00-11:00 WIB bentuknya pawai yang diiringi musik. Hanya ada satu lagu yang mengiringi, jadi semua yang ikut pawai itu satu gerakan. Enggak kayak pawai lain yang beda-beda," kata Denny di kawasan GBK, Jakarta Selatan, Jumat (7/12).


Denny dibantu Ronald Steven untuk mengaransemen lagu yang digunakan sebagai pengiring pawai. Musik tersebut terdiri dari beberapa penggalan lagu-lagu daerah yang diaransemen ulang dengan gaya modern.

Pawai dan Tari-Tarian Bakal Tutup Kongres Kebudayaan ke-100Denny Malik ditemui di kawasan GBK, Jakarta, Jumat (7/12). (CNN Indonesia/Hesti Rika)

Sementara, Denny menulis sendiri lirik lagu tersebut yang diberi tajuk Gagahnya Merahmu Sucinya Putihmu. Ia membutuhkan waktu dua hari untuk menulis lirik lagu itu.

Untuk penampilan pada malam hari akan diselenggarakan di halaman Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Pada halaman terdapat tenda transparan dan panggung dengan desain anyaman bambu.

"Ada beberapa tarian daerah, kami bikin orkestra etnik Indonesia. Tarian tradisional Indonesia yang menghibur, akan ada koreografi kejutan yang baru saya buat," kata Denny.


Pada Jumat malam, perwakilan dari Kongres Kebudayaan Indonesia memberikan Surat Strategi Kebudayaan kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi). Denny mengatakan surat tersebut berisikan rancangan peraturan yang mengatur pekerja seni sampai honor pekerja seni.

Denny menjelaskan tawaran terlibat dalam pawai dan tarian kebudayaan datang awal bulan lalu. Ia pun menyetujui memegang peranan selaku art and show director.

Sementara, para penari baru berlatih sejak pekan lalu. Latihan dibagi menjadi dua bagian, penari dari Sekolah Menengah Atas (SMA) dan penari dari umum.

"(Persiapan dan latihan ini) lebih ringan ketimbang Asian Games kemarin yang lebih ada tekanan. Latihan ringan karena 50 persen penari yang terlibat sekarang udah pernah ikut sama saya di Asian Games, udah ngerti bagaimana gaya saya melatih," kata Denny. (adp/rea)