Drama China 'Story of Yanxi Palace' Paling Banyak Dicari 2018

Agniya Khoiri, CNN Indonesia | Kamis, 27/12/2018 05:12 WIB
Drama China 'Story of Yanxi Palace' Paling Banyak Dicari 2018 Drama asal China, 'Story of Yanxi Palace' jadi serial televisi paling banyak dicari 2018. (dok: iQiyi)
Jakarta, CNN Indonesia -- Drama China Story of Yanxi Palace menjadi serial TV paling dicari sepanjang 2018, menurut data perusahaan teknologi Google. Perolehan itu menjadi sesuatu yang mengejutkan melihat China merupakan negara di mana mesin pencari Google sebagian besar diblokir.

Story of Yanxi Palace merupakan seri hit yang tayang di layanan streaming bernama iQiyi.

Cerita tentang Wei Yingluo, seorang pelayan pada era 1700-an yang bekerja di Istana Kaisar Qianlong dan menyelidiki kematian saudara perempuannya itu sudah ditonton lebih dari 15 miliar kali. Data Google menunjukkan bahwa pertunjukan ini begitu populer di wilayah seperti Singapura, Malaysia, Brunei, Hong Kong, serta China sendiri.



Di China, akses ke Google terbatas karena disensor. Warganya pun terdeteksi lebih banyak menggunakan mesin pencari Baidu.

Kesuksesan Story of Yanxi Palace, dilaporkan Independent, karena kurangnya campur tangan pemerintah pada alur cerita. Serial yang didistribusikan melalui platform online pun mendapat sensor yang lebih sedikit daripada yang disiarkan melalui saluran TV tradisional.

Selain sejumlah negara Asia, serial yang memiliki 70 episode ini pun telah disiarkan di CTI Amerika.


Salah seorang pemeran serial tersebut, Lawrence Wong mengatakan bahwa kesuksesan besar serial ini juga didapat dari kesetiaan masyarakat keturunan China pada sejarah bangsanya, meski mereka tak tinggal di Negeri Tirai Bambu itu.

"Saya pikir drama sejarah sangat populer di China karena mereka mempertahankan budaya China yang relevan dengan banyak orang Tiongkok. Bukan hanya orang Tionghoa dari China asli, tetapi orang Tionghoa di seluruh dunia. Ketika mereka menonton drama atau film sejarah, mereka merasa seperti, 'Oh itu budaya saya.' Itu sesuatu yang kami semua hargai," ucapnya kepada ABC Australia.

[Gambas:Youtube] (agn/rsa)