Kronologi Polisi Interupsi Penampilan Sheila On 7

Tim, CNN Indonesia | Rabu, 26/12/2018 17:21 WIB
Kronologi Polisi Interupsi Penampilan Sheila On 7 Insiden diinterupsi pihak berwajib di tengah waktu manggung bukan yang pertama dialami oleh Sheila On 7. (CNN Indonesia/Dhio Faiz)
Jakarta, CNN Indonesia -- Penampilan Sheila On 7 di acara Farmasi Cup 2018 pada Sabtu (22/12) lalu di Yogyakarta diinterupsi anggota Kepolisian Daerah Istimewa Yogyakarta (Polda DIY). Aksi pihak berwajib tersebut terekam dan beredar di dunia maya, memperlihatkan salah satu polisi menghampiri gitaris Eross Candra diiringi sorakan penonton yang saat itu sedang menyanyi bersama.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda DIY AKBP Yulianto menjelaskan polisi naik panggung karena sudah melewati batas waktu izin keramaian. Polda DIY memberikan izin keramaian dari pukul 15:00 sampai 23:00 WIB kepada mahasiswa farmasi Universitas Gadjah Mada (UGM) selaku penyelenggara acara.

"Jam 22:45 anggota keamanan sudah ingatkan ke panitia sudah hampir lewati batas waktu izin keramaian. Versi anggota saya, jam 23:15 mereka naik panggung, kalau versi ketua panitia, jam 23:05 anggota naik panggung," kata Yulianto kepada CNNIndonesia.com melalui telepon, Rabu (26/12).


Anggota Polda DIY naik panggung ketika Sheila On 7 menyanyikan lagu Sephia yang merupakan lagu terakhir. Kurang lebih lagu bertemakan cinta itu berdurasi empat menit kurang, waktu yang tergolong tidak lama bila polisi menunggu penampilan selesai.


Yulianto mengatakan anggota yang bertugas di acara tersebut tidak tahu bahwa Sephia merupakan lagu terakhir yang dibawakan. Ia berandai mungkin anggota Polda DIY tidak akan naik panggung bila tahu bahwa lagu hit tersebut menjadi penutup acara.

"Sebenarnya kalau menurut panitia, saya sempat komunikasi, Sheila On 7 telat naik panggung. Penampilan Sheila On 7 berhenti ketika mereka selesai, bukan karena dihentikan, Sephia dibawakan sampai selesai," kata Yulianto.

Basis sekaligus manajer Sheila On 7, Adam Subarkah, menilai semestinya urusan izin keramaian adalah antara panitia dengan kepolisian.

Ia menganggap aksi kepolisian yang naik panggung merupakan pemaksaan, sementara ada pilihan lain yaitu menanyakan baik-baik soal jumlah lagu, serta lagu mana yang terakhir dibawakan.

"Jam juga harus dicek juga, kan bisa diatur, kalau diatur lebih cepat bisa kan. Soalnya saya turun panggung jam 23:00, kalau jam saya sama dengan yang lain. Enggak pernah saya cepatkan atau lambatkan," kata Adam.


Ia melanjutkan, "Seharusnya (polisi) enggak perlu ngomong ke panitia, di surat izin kan udah ada, sudah tahu jam 23:00, itu bisa diperdebatkan. Jam saya dengan semua orang di sana sama, kenapa dia jam 23:15, dia aja kali yang mempercepat."

Saat ditanya pukul berapa Sheila On 7 naik panggung, Adam tidak bisa menjawab karena tidak ingat. Namun ia menjelaskan bahwa jadwal acara molor.

Dari kejadian ini, Adam merasa band yang ia huni sejak 1996 dirugikan. Nama bandnya bisa menjadi jelek karena informasi yang beredar menyebutkan konser Sheila On 7 dihentikan polisi.

"Saya di dunia perpanggungan sudah bertahun-tahun, polisi yang akomodatif, empati dan peduli ada. Taruhlah (kami tampil sampai) jam 23:10 masa enggak ada toleransi, kita kan statusnya rakyat ya, boleh enggak rakyat minta toleransi," katanya.


Dengan tindakan tersebut, Adam menilai kepolisian tidak menghargai dan tidak memahami acara musik. Ia yakin aksi sejenis tidak akan dilakukan di acara lain, seperti nonton bareng pertandingan sepakbola.

Kejadian lalu bukan yang pertama kali untuk Sheila On 7. Sebelumnya, band asal Yogyakarta ini sempat diberhentikan polisi saat tampil di acara musik Festival 90s pada 2015 dan di sebuah penampilan lain di Yogyakarta pada 2014.

CNNIndonesia.com telah menghubungi Ketua Farmasi Cup 2018 Hilarius Ardi untuk bertanya mengenai insiden tersebut. Namun Ardi tidak membalas pesan singkat ataupun mengangkat telepon hingga berita ini diterbitkan. (rea/rea)