Kisah Kimo Stamboel Terpincut Cerita 'DreadOut'

Endro Priherdityo, CNN Indonesia | Jumat, 28/12/2018 10:36 WIB
Kisah Kimo Stamboel Terpincut Cerita 'DreadOut' Sutradara Kim Stamboel jadi asyik sendiri menggali cerita 'DreadOut'. (Foto: dok. Screenplay Films)
Jakarta, CNN Indonesia -- Menjelang perilisan film 'DreadOut' pada awal 2019 mendatang, sang sutradara Kimo Stamboel mengisahkan awal mula dirinya begitu berambisi mewujudkan kisah dari gim daring alias online ini menjadi gambar bergerak di layar lebar.

Kimo mengaku tertarik mengadaptasi gim bertajuk senada tersebut setelah melihat salah satu YouTuber paling terkenal, PweDiePie, mengulas DreadOut pada 2014.

Kimo mencari tahu sampai akhirnya bertemu dengan salah satu perancang gim DreadOut, Rachmad Imron. Bak gayung bersambut, Imron sangat tertarik. Terlebih selama ini ia mengikuti karya-karya Kimo, salah satunya adalah Rumah Dara (2010).


"Gue merasa, 'ini dia nih', siapa yang enggak mau bikin film horor yang ada pocong bawa celurit, babi ngepet dan segala macem. Film ini harus jadi," kata Kimo saat berkunjung ke kantor CNNIndonesia.com beberapa waktu lalu.


Gim DreadOut yang rilis pertengahan 2014 adalah tipe permainan kesintasan atau survival dengan sudut pandang orang ketiga.

Karakter utama Linda, yang dalam film diperankan Caitlin Halderman, menggunakan gawai untuk berinteraksi dengan hantu.

Kimo kemudian berdiskusi dengan Imron, kemudian mempelajari tingkah karakter, alur permainan, dan komentar orang yang memainkan DreadOut, untuk membuat naskah.

Kimo Stamboel (kanan) bersama para pemain dan produser 'DreadOut'.Kimo Stamboel (kanan) bersama para pemain dan produser 'DreadOut'. (CNN Indonesia/Bisma Septalisma)

Ia juga sempat bermain dan melahirkan banyak pertanyaan, seperti alasan keberadaan hantu kebaya merah dan mengapa gim tersebut kerap menggunakan bahasa Sunda.

Kimo mengakui dirinya semakin asik menggali cerita DreadOut ketika mengetahui ada cerita dalam bentuk komik yang belum masuk dalam permainan. Setelah membaca komik itu, Kimo merasa DreadOut memiliki cerita yang luas.

"Akhirnya gue memutuskan bikin prekuel, menceritakan mengapa kejadian ini terjadi. Gue bikin semacam origin," kata Kimo.

Penulisan naskah film yang mulai Kimo garap akhir 2014 sempat terhambat. Ia juga disibukkan dengan mengarap film Headshot (2016) dan menjadi produser The Night Comes for Us (2018).

Alhasil naskah DreadOut baru selesai akhir 2017 dan mulai syuting pada Januari 2018.

Secara keseluruhan, DreadOut tidak akan menjadi film gore seperti karya Kimo kebanyakan. Terlebih selama pengerjaan, produser selalu mewanti-wanti.


"Gue enggak ambil penonton gue yang pencinta gore, kali ini mencoba ambil penonton yang lebih lebar. Insyaallah kena 17 tahun, sensor masih proses," kata Kimo.

Selain itu, sebanyak 40 persen film DreadOut akan dipoles dengan efek visual. Semua efek visual dikerjakan oleh lima studio lokal.

Kini, film DreadOut yang rilis pada 3 Januari mendatang mengisahkan Linda, siswi Sekolah Menengah Atas (SMA) yang punya kemampuan khusus untuk menghadapi setan.

Selain sekolah, ia juga bekerja agar mendapat uang untuk menghidupi keluarganya. Dengan begitu ia tumbuh mejadi sosok yang dewasa dan bertanggung jawab.

[Gambas:Youtube]

Bahkan ia lebih dewasa ketimbang para seniornya di sekolah yang meminta ditemani ke sebuah bangunan tua. Mereka adalah Erik (Jerfri Nichol), Beni (Muhammad Riza Irsyadillah), Alex (Ciccio Manassero), Dian (Suzana Sameh) dan Jessica (Marsha Aruan).

Dan di gedung tua itu lah, mereka menghadapi teror setan yang menuntut mereka untuk bertahan hidup. (end)