Insiden Kena Celurit Pocong dan Kapak saat Syuting 'DreadOut'

Muhammad Andika Putra, CNN Indonesia | Kamis, 27/12/2018 07:45 WIB
Insiden Kena Celurit Pocong dan Kapak saat Syuting 'DreadOut' Adegan dalam film 'DreadOut.' (dok. Goodhouse.id via YouTube)
Jakarta, CNN Indonesia -- Cedera saat syuting sudah menjadi risiko bagi aktor dan aktris yang ikut berakting dalam film laga. Aktor sekelas Tom Cruise saja sempat mengalami cedera kaki saat syuting Mission: Impossible - Fallout, membuat produksi film itu sedikit tertunda.

Hal serupa dialami Caitlin Halderman saat memerankan Linda dalam film Indonesia berjudul DreadOut yang diadaptasi dari gim berjudul sama. Diceritakan, Linda merupakan siswi Sekolah Menengah Atas (SMA) yang punya kemampuan khusus untuk menghadapi setan.

Selain sekolah, ia juga bekerja agar mendapat uang untuk menghidupi keluarganya. Dengan begitu ia tumbuh mejadi sosok yang dewasa dan bertanggung jawab.



Bahkan ia lebih dewasa ketimbang para seniornya di sekolah yang meminta ditemani ke sebuah bangunan tua. Mereka adalah Erik (Jerfri Nichol), Beni (Muhammad Riza Irsyadillah), Alex (Ciccio Manassero), Dian (Suzana Sameh) dan Jessica (Marsha Aruan).

Saat syuting memasuki gedung itulah Caitlin mengalami insiden. Tepatnya saat ia berhadapan dengan pocong yang membawa celurit dan salah satu karakter yang membawa kapak.

"Celurit itu tiruan, terbuat dari kayu, tapi tetap tajam dan keras. Pas mau geser kaki, pocong enggak sengaja ikutan geser. Yang memerankan pocong pakai lensa kontak jadi enggak keliatan," kata Caitlin saat mengunjungi kantor CNNIndonesia.com beberapa waktu lalu.


Caitlin melanjutkan, "Yang kedua kena kapak. Seharusnya aku mundur baru kapak diayun."

Namun kapak itu justru mengenai dirinya. Kalau celurit membuatnya luka, kapak yang terayun membuatnya lebam. "Sempat istirahat selama dua jam abis itu syuting lagi," ceritanya.

Caitlin mengaku tidak menyesal, lantaran ia terlanjur merasakan serunya pengalaman selama syuting. Itu berbeda dengan syuting film-film drama yang menurutnya lebih ribet.


Bintang Surat Cinta untuk Starla itu tak masalah harus memerankan adegannya sendiri, karena memang dalam DreadOut 95 persen adegan laga dilakukan tanpa pemeran pengganti. Untuk itu ia harus menjalani lokakarya selama dua bulan. Di sana ia harus tahan banting. Dirinya diajari mulai dari menjatuhkan badan sampai menyiapkan tubuh untuk kena benturan.

Pengalaman syuting berbeda dirasakan oleh Jefri Nichols yang juga berperan di film yang sama. Selama syuting ia tidak merasa kesulitan. Ia juga tak masalah harus beradu akting dengan Caitlin. Keduanya sama-sama bermain dalam film Surat Cinta Untuk Starla.

"Tinggal bangun chemistry sama karakter Beni, Alex dan Jessica saja," kata Jefri.

Para pemain 'DreadOut.'Para pemain 'DreadOut.' (CNN Indonesia/Bisma Septalisma)
Ia juga mengaku tidak kesulitan untuk mendalami karakter Erik. Erik diceritakan sebagai anak SMA yang rasional ketimbang teman-temannya sehingga menjadikannya sebagai ketua geng.

"Sifat Erik banyak terlihat pada teman-teman di dunia nyata, jadi enggak lama mendalami karakter. Tinggal membiasakan diri jadi Erik, salah satunya sopan santun," katanya. (adp/rsa)