Ariana Grande Disebut Menolak Penghargaan dari Ratu Elizabeth

Rizky Sekar Afrisia, CNN Indonesia | Senin, 31/12/2018 10:38 WIB
Ariana Grande Disebut Menolak Penghargaan dari Ratu Elizabeth Ariana Grande disebut menolak penghargaan prestisius dari Ratu Elizabeth dan Istana Buckingham. (REUTERS/Mario Anzuoni)
Jakarta, CNN Indonesia -- Ariana Grande dilaporkan menolak penghargaan kehormatan dari Ratu Elizabeth II.

Gelar itu diberikan berkaitan dengan konser Grande di Manchester Arena yang kena sasaran bom, Mei tahun lalu. Ia bahkan sudah dikontak oleh Istana Buckingham langsung.

Pelantun Thank U, Next itu diberi tahu bahwa ia masuk dalam daftar mereka yang akan diberi gelar prestisius tahunan oleh Ratu. Daftar bikinan Ratu itu disebut New Year Honours.



Seperti diberitakan Ace Showbiz, Grande dipuji atas dukungannya terhadap para korban Manchester Arena. Kejadian itu membuat 22 orang meninggal dan ratusan lainnya luka.

Grande sendiri selamat tanpa luka apa pun. Beberapa minggu setelah kejadian menghebohkan itu, ia kembali ke Inggris dan bertemu dengan keluarga korban yang meninggal, karena beberapa di antara mereka adalah anak muda penggemarnya. Ia juga mengunjungi rumah sakit.

Upayanya tak terbatas sampai di situ. Grande juga menyelenggarakan konser amal bertajuk 'One Love Manchester' dan sukses menggandeng berbagai musisi papan atas lain.


Sekitar 55 ribu orang menghadiri konser yang menghasilkan US$14,8 juta itu. Uang yang terkumpul lantas disumbangkan kepada We Love Manchester Emergency Fund.

Segala upaya itu membuat Ratu Elizabeth berpikir Grande layak mendapat penghargaan.

Namun tak seperti orang kebanyakan yang akan kegirangan mendapat telepon dari Istana Buckingham, Grande justru menolak gelar itu karena merasa waktunya "terlalu cepat."


"Ariana menjelaskan bahwa dia masih berduka. Demikian pula dengan para keluarga korban. Dia takut mereka yang bersinggungan dengan itu mungkin melihatnya [pemberian gelar kepada Grande] sebagai sesuatu yang tidak sensitif," tutur sumber kepada The Sun.

Ia melanjutkan, "Komite mengiriminya surat tapi dia dengan sopan berkata tidak."

Keputusan Grande itu didukung Charlotte Hodgson. Ia adalah orang tua dari Olivia Campbell-Hardy, salah satu korban dalam ledakan Manchester. Menurutnya, yang dilakukan Grande sangat menyentuh. "Dia benar, mungkin itu sedikiy terlalu cepat," katanya.

Ariana Grande menggagas konser 'One Love Manchester' yang dananya diperuntukkan bagi para korban bom Manchester.Ariana Grande menggagas konser 'One Love Manchester' yang dananya diperuntukkan bagi para korban bom Manchester. (Dave Hogan/One Love Manchester/Handout via REUTERS)
Bom Manchester tidak hanya meninggalkan trauma bagi para korban dan keluarga mereka. Grande sendiri mengungkap ia harus berjibaku dengan trauma dan stres usai kejadian itu. Hingga saat ini ia bahkan masih terus memikirkan korban dari bom Manchester.

"Ada begitu banyak orang yang kehilangan," ungkap Grande pada majalah Time. (rsa)