Keira Knightley Bercanda soal Menjadi Laki-laki
CNN Indonesia
Senin, 31 Des 2018 21:30 WIB
Jakarta, CNN Indonesia -- Keira Knightley sudah lama vokal soal kesetaraan gender. Namun pemikirannya yang baru diungkapkan saat wawancara dengan The Guardian baru-baru ini mengandung makna ganda.
Bintang film berkebangsaan Inggris itu bercanda soal alat kelamin pria.
Pikiran itu ditafsirkan bahwa Knightley punya keinginan menjadi pria.
"Tujuh jam setelah kau berjuang antara hidup dan mati, tujuh jam setelah tubuhmu dibuka dan berdarah-darah, tangisan kehidupan keluar. Jangan tunjukkan. Jangan katakan. Cukup berdiri di sana dengan bayimu dan biarkan para fotografer pria memfotomu," tulisnya.
"Ini mudah. Ini terjadi setiap hari. Apanya yang susah? Begitu pula kematian. Kau tembak kepalamu, tapi kau tidak perlu berpura-pura itu mudah," ia melanjutkan.
Esainya kali itu menyindir betapa Kate Middleton dituntut tampil sempurna usai melahirkan dan menyembunyikan penderitaannya, padahal prosesnya tidaklah mudah.
Selain banyak bicara soal keperempuanan, Knightley belakangan juga dengan gamblang menyatakan pernah menderita gangguan mental saat berusia 22 tahun karena ketenaran. (nda/rsa)
Bintang film berkebangsaan Inggris itu bercanda soal alat kelamin pria.
Aktris yang mendapat nominasi Oscar karena aktingnya di film The Imitation Game itu mengatakan bahwa terkadang dirinya membayangkan memiliki alat kelamin yang berbeda.
"Bisa buang air di pohon, bisa melakukannya sambil berdiri sepertinya nyaman! Kau tinggal mengeluarkannya. Tapi konsep bahwa saya punya sesuatu yang rawan di antara paha saya, sepertinya saya lebih baik tanpanya," tutur bintang The Imitation Game itu, dikutip Fox News.ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pikiran itu ditafsirkan bahwa Knightley punya keinginan menjadi pria.
Namun selama ini ia sangat membela perempuan. Pemikirannya yang terakhir dan banyak diperbincangkan adalah soal bagaimana besarnya tekanan diberikan masyarakat kepada perempuan, terutama setelah melahirkan. Itu terkadang membuatnya frustrasi.
"Tujuh jam setelah kau berjuang antara hidup dan mati, tujuh jam setelah tubuhmu dibuka dan berdarah-darah, tangisan kehidupan keluar. Jangan tunjukkan. Jangan katakan. Cukup berdiri di sana dengan bayimu dan biarkan para fotografer pria memfotomu," tulisnya.
"Ini mudah. Ini terjadi setiap hari. Apanya yang susah? Begitu pula kematian. Kau tembak kepalamu, tapi kau tidak perlu berpura-pura itu mudah," ia melanjutkan.
Esainya kali itu menyindir betapa Kate Middleton dituntut tampil sempurna usai melahirkan dan menyembunyikan penderitaannya, padahal prosesnya tidaklah mudah.
Selain banyak bicara soal keperempuanan, Knightley belakangan juga dengan gamblang menyatakan pernah menderita gangguan mental saat berusia 22 tahun karena ketenaran. (nda/rsa)