Kisah 'Bird Box' Berakhir Lebih Kelam Versi Novel

CNN Indonesia | Minggu, 06/01/2019 21:23 WIB
Kisah 'Bird Box' Berakhir Lebih Kelam Versi Novel Cuplikan film Bird Box. (Dok. Netflix)
Jakarta, CNN Indonesia -- Netflix seakan menjadi rumah bagi tayangan bertema petualangan fiksi ilmiah. Setelah serial Black Mirror dan Stranger Things, belum lama ini penyedia tontonan digital itu merilis film Bird Box.

Dibintangi Sandra Bullock, film ini berkisah mengenai virus bunuh diri yang menyerang sebuah negara.

Dalam rangka menyelamatkan diri, Bullock yang berperan sebagai Malorie harus melakukan perjalanan bersama dua orang bocah.


Perjalanan tersebut diganggu banyak hal, selain virus bunuh diri juga para pembunuh.

Sejak pekan pertama dirilis, film ini telah ditonton oleh 45 juta orang di seluruh dunia.

Di filmnya, akhir cerita terbilang indah. Namun, seperti yang dikutip dari NME pada Minggu (6/1), akhir cerita di novelnya jauh lebih gelap.

Dalam buku yang ditulis Josh Malerman, disebutkan hingga akhir cerita semua orang masih dihantui virus bunuh diri, sehingga semuanya terlihat masih melindungi diri dengan penutup mata.

Sang sutradara, Susanne Bier, punya penjelasan mengapa akhir film Bird Box berbeda dengan novelnya.

"Film ini dibuat dengan semangat yang lebih positif. Saya ingin membuat film mengenai kiamat dengan akhir yang lebih menyenangkan. Saya rasa pesan cerita ini bisa tersampaikan dengan baik di akhir filmnya," kata Bier, seperti yang dikutip dari Polygon.

[Gambas:Youtube]

Masalah kesehatan mental jangan dianggap enteng. Jika Anda pernah memikirkan atau merasakan tendensi bunuh diri, mengalami krisis emosional, atau mengenal orang-orang dalam kondisi itu, Anda disarankan menghubungi pihak yang bisa membantu, misalnya saja Komunitas Save Yourselves https://www.instagram.com/saveyourselves.id, Yayasan Sehat Mental Indonesia melalui akun Line @konseling.online, atau Tim Pijar Psikologi https://pijarpsikologi.org/konsulgratis.
(uli/ard)