FOTO: Berharap Berkat Sentuhan 'Black Nazarene'

Reuters, CNN Indonesia | Kamis, 10/01/2019 07:27 WIB

Jakarta, CNN Indonesia -- Ribuan umat Katolik dari seluruh penjuru Manila dan Filipina berkumpul untuk berebut mencium dan mengusap patung Yesus hitam atau Black Nazarene demi berkat.

Setiap 9 Januari, jutaan umat Katolik di Manila, Filipina, berdesak untuk menyentuh 'Black Nazarene', patung Yesus berkulit gelap yang membawa salib hitam. (REUTERS/Eloisa Lopez)
Jutaan umat Katolik ini bukan hanya datang dari Manila, namun juga seluruh penjuru Filipina. Patung Black Nazarene yang menggambarkan Yesus tengah memapah salib hitam diyakini banyak mendatangkan keajaiban dan keberkahan.  (REUTERS/Soe Zeya Tun)
Dalam Festival Black Nazarene, patung yang bersemayam dalam sebuah lokasi di kawasan kuno Intramuros Manila, dipindahkan dengan arak-arakan ke Gereja Quiapo. Tradisi ini kerap dilakukan oleh penganut Katolik sebagai ungkapan penghormatan pada relik suci. (REUTERS/Soe Zeya Tun)
Patung Black Nazarene diketahui berasal dari Meksiko dan dibuat pada abad ke-16 Masehi dan dipindah ke Filipina pada 1606. Dibuat dari kayu gelap dan berukuran manusia dewasa. (REUTERS/Soe Zeya Tun)
Patung Yesus yang memapah kayu salib tersebut telah diakui sebagai relik suci oleh Vatican pada 1605 oleh Paus Innocent X. Atas pengakuan tersebut, banyak umat Katolik meyakini patung tersebut membawa keberkahan dan keselamatan. (REUTERS/Soe Zeya Tun)
Sebelum perayaan puncak dilaksanakan pada 9 Januari, patung Black Nazarene itu telah diarak pada beberapa hari sebelumnya. (REUTERS/Eloisa Lopez)
Sekitar 80 persen dari 100 juta penduduk Filipina adalah Katolik, dan jajahan Spanyol ini dikenal memiliki festival keagamaan yang penuh warna. (REUTERS/Eloisa Lopez)
Banyak peserta mengaku datang ke festival tersebut adalah sebagai bentuk syukur dan menyebut patung Yesus tersebut pernah menyembuhkan banyak orang sakit. (REUTERS/Eloisa Lopez)
Dalam perayaan Black Nazarene, patung Yesus tersebut dipindahkan dengan cara ditempatkan di atas sebuah kendaraan dan ditarik tali juga didorong dari belakang. Para jemaah pun berlomba menyentuh setiap bagian dari kendaraan Black Nazarene. (REUTERS/Soe Zeya Tun)