Jokowi Bakal Anggarkan Rp5 Triliun Dana Abadi Kebudayaan

CNN Indonesia | Rabu, 12/12/2018 05:55 WIB
Jokowi Bakal Anggarkan Rp5 Triliun Dana Abadi Kebudayaan Presiden Joko Widodo. (CNN Indonesia/ Harvey Darian)
Jakarta, CNN Indonesia -- Budayawan Goenawan Mohammad (GM) mengatakan Presiden Joko Widodo telah menyetujui pemberian dana abadi kebudayaan sekitar Rp5 triliun mulai tahun depan. Dana itu guna meningkatkan penyelenggaraan pentas seni dan acara kebudayaan di masa mendatang.

"Pak Jokowi mengatakan iya dan dimulai tahun depan Rp5 triliun untuk lima tahun pertama," kata GM di Kompleks Istana Kepresidenan, Selasa (11/12).

Hal itu disampaikan usai dirinya bersama sekitar 30an budayawan dan seniman lainnya bertemu Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka petang tadi.
Ia menyambut baik rencana pengadaan dana abadi kebudayaan. Dana itu bisa digunakan untuk membantu pementasan, latihan tari, puisi, serta musik yang selama ini sulit dilakukan.


"Mementaskan itu ngemis-ngemis. Festival tari internasional yang sekian tahun itu setiap tahun dulu ngemis dan tidak dapat," tuturnya.

GM menyatakan pemerintah memang wajib memajukan kebudayaan negaranya. Program dana abadi kebudayaan baru akan dilakukan pertama kali saat era Jokowi. Selama ini, kata GM, belum ada pemerintahan yang mau memberikan dana abadi kebudayaan.
"Dalam sejarah Indonesia ini pertama kali. Jadi Pak Jokowi membangun membuat sejarah. Tapi kalau, ini tambahannya perih nih, kalau beliau tidak dipilih lagi ya bubar," tuturnya.

"Jadi perlakukan kebudayaan itu sebagai sumber kreativitas bangsa karena dengan penciptaan hal baru dilahirkan. Itu bagus sebagai menghayati perbedaan dan pembaharuan," ucap GM.

Dalam kesempatan itu, Jokowi memang membuka ruang guna mendengar masukan serta keluhan para budayawan dan seniman selama ini di lapangan.

"Saya bisa mendengar, berdiskusi, dan mendapatkan masukan-masukan mengenai strategi kebudayaan. Sebagai sebuah arah umum untuk kemajuan kebudayaan 20 tahun yang akan datang. Saya persilakan, saya akan banyak mendengar," kata Jokowi. (chri/age)