Kill The DJ Adukan Kasus 'Jogja Istimewa' ke Polda Siang Ini

Muhammad Andika Putra, CNN Indonesia | Selasa, 15/01/2019 13:35 WIB
Kill The DJ Adukan Kasus 'Jogja Istimewa' ke Polda Siang Ini Kill The DJ akan melaporkan pengubah lirik lagu 'Jogja Istimewa' menjadi pro-Prabowo ke Polda DIY, Selasa (15/1). (CNN Indonesia/Hanna Azarya Samosir)
Jakarta, CNN Indonesia -- Rapper Marzuki Mohamad alias Kill The DJ mengambil langkah hukum setelah pendukung paslon presiden dan wakil presiden Prabowo Subianto-Sandiaga Uno kedapatan mengganti lirik lagu Jogja Istimewa tanpa izin. Ia mengaku akan melaporkan kasus tersebut ke Polda DIY.

"Hari ini saya akan ke Polda DIY jam 14:00 WIB untuk melaporkan kasus tersebut," tulis pria yang akrab disapa Juki tersebut melalui pesan singkat kepada CNNIndonesia.com, Selasa (15/1).

Dihubungi secara terpisah, Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda DIY AKBP Yulianto mengatakan pihaknya terbuka jika Kill The DJ ingin melapor. Namun, ia belum bisa berbicara banyak mengenai kasus tersebut karena belum tahu siapa dan apa yang dilaporkan.



"Saya belum tahu yang mau dilaporkan apa, nanti kan masih pukul 14:00 WIB," kata Yulianto kepada CNNIndonesia.com saat dihubungi melalui telepon.

Sebelumnya, Kill The DJ mengunggah di Instagram dan Twitter terkait penggunaan lagu Jogja Istimewa tanpa seizinnya. Ia mengaku membuat lagu Jogja Istimewa pada 2009, yang dinyanyikan Jogja Hip Hop Foundation. Namun pendukung Prabowo-Sandi menggubahnya.

"Maling lagu b*ngs*t! Yang gak terima bukan cuma saya sebagai pemilik hak cipta, orang Jogja juga gak akan terima lagu ini dipakai buat kampanye Pilpres," tulis Kill The DJ.




Video pendukung Prabowo-Sandi yang mengganti lirik lagu Jogja Istimewa diunggah oleh pengguna akun Twitter @CakKhum. Dalam video terlihat 'emak-emak' bernyanyi sembari mengacungkan dua jari. Terdengar jelas lirik lagu Jogja Istimewa diganti.

Lirik 'Istimewa negerinya istimewa orangnya' diganti menjadi 'Prabowo-Sandi pilihan kita.' Lirik 'Jogja istimewa untuk Indonesia' diganti menjadi 'Adil dan makmur tujuan kita'.

Video tersebut semakin viral setelah Kill The DJ 'mencak-mencak' di media sosialnya. Melalui Instagram ia pun menjelaskan lebih rinci bahwa dirinya tidak pernah memberi izin kepada siapa pun untuk menggunakan lagu Jogja Istimewa itu sebagai alat kampanye.

[Gambas:Instagram]

"Bagi saya, @javahiphop, dan sebagian besar warga Yogyakarta, pasti tahu sejarah dan kebanggaan pada lagu tersebut, itu kenapa saya tidak akan pernah mengganti liriknya untuk tujuan lain, baik komersil apalagi kampanye politik," tulis Kill The DJ.

Kill The DJ melanjutkan, "Meskipun saya pendukung @jokowi saya tidak akan pernah mengkhianati nilai lagu tersebut dengan mengubah liriknya."

Di sisi lain, Direktur Advokasi dan Hukum BPN Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Sufmi Dasco Ahmad mengaku tidak tahu jika ada pendukung atau relawan yang mengubah lirik lagu tanpa izin pencipta. Ia menilai hal itu merupakan tindakan spontan.


Juru Bicara BPN Prabowo-Sandiaga, Andre Rosiade pun mengimbau kepada pendukung Prabowo-Sandi di Yogyakarta untuk meminta maaf dan tak lagi menggunakannya lagi.

Cuitan terakhir Kill The DJ menyebut ia menunggu permintaan maaf itu hingga siang ini. Hingga kini belum ada update soal permintaan maaf yang dimaksud. (adp/rsa)