YouTube Segera Turunkan Video-Video Tantangan 'Bird Box'

Tim, CNN Indonesia | Jumat, 18/01/2019 05:15 WIB
YouTube Segera Turunkan Video-Video Tantangan 'Bird Box' YouTube disebut akan mengambil tindakan tegas terkait video-video yang mengandung konten berbahaya. (Foto: dok. Netflix)
Jakarta, CNN Indonesia -- Menyadari 'kegagalan' tantangan film 'Bird Box' yang tetap ramai dilakukan sekalipun pihak Netflix telah meminta publik menghentikannya, YouTube pun mengambil langkah tegas terkait video-video yang mengandung canda berbahaya atau 'prank'.

Pada Selasa (15/1), situs berbagi video Google mengumumkan akan melarang konten apapun 'yang mendorong kegiatan berbahaya yang cenderung mengakibatkan kerusakan serius'.

"Mungkin tak adil untuk mengatakan Anda tak dapat menunjukkan sesuatu karena respons penonton, namun kami telah memutuskan ada garis di konten yang membatasi kekerasan atau mendorong kegiatan berbahaya, atau ilegal yang beresiko pada kerusakan fisik atau bahkan kematian," ujar pihak Google, dilansir Aceshowbiz.



Memberi contoh seperti apa yang dimaksud dengan 'berbahaya', Google secara spesifik menyebutkan Tantangan Tide Pod, Tantangan Fire dan Tantangan 'Bird Box', yang menampilkan para peserta melakukan berbagai kegiatan sehari-hari seperti berjalan, menyeberang jalan yang ramai atau mengemudi di jalur lalu lintas yang penuh dengan mata tertutup.

Baru-baru ini, Tantangan Bird Box 'menghasilkan' kecelakaan mobil di sebuah jalan besar di Layton, Utah. Pihak kepolisian pun menulis cuitan tentang hal ini di Twitter.

"[Melakukan] Tantangan Bird Box ketika mengemudi... hasilnya sudah bisa ditebak. Peristiwa ini terjadi pada Senin setelah si pengemudi menutupi matanya saat berkendara di Layton Parkway. Untungnya tidak ada yang terluka," ujar cuitan tersebut, menyertakan foto dua mobil yang ringsek.




"YouTube bagaikan 'rumah' untuk banyak tantangan viral dan canda yang berbahaya... Kami selalu mempunyai peraturan untuk memastikan apa yang dianggap lucu tidak melewati batas menuju menyakiti atau berbahaya," kata pihak YouTube dalam bagian tanya dan jawab situs yang telah diperbarui.

"Kami tidak mengizinkan canda yang menyebabkan korban percaya mereka berada dalam kondisi berbahaya. Contohnya, canda pembobolan rumah atau canda penembakan pura-pura," lanjut YouTube.

"Kami juga tidak mengizinkan canda yang dapat menyebabkan anak-anak mengalami stres emosional, artinya sesuatu yang sangat buruk yang dapat membuat trauma dalam kehidupan si anak," ucap platform paling populer saat ini tersebut. (rea)