Celoteh Para Seleb Usai Debat Capres Perdana 2019

Endro Priherdityo, CNN Indonesia | Jumat, 18/01/2019 08:25 WIB
Celoteh Para Seleb Usai Debat Capres Perdana 2019 Para pasangan capres-cawapres Pilpres 2019. (CNN Indonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia -- Para pesohor juga ikut memperhatikan jalannya debat perdana Pilpres 2019 yang berlangsung Kamis (17/1) malam. Sejumlah kicauan pun terlontar begitu melihat dua pasang capres-cawapres 'bertarung' data dan kata.

Komika Arie Kriting tampak tak sepakat dengan kata-kata calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto yang menyinggung kesempatan para eks koruptor untuk kembali mencalonkan diri menjadi calon legislatif (caleg) untuk menjawab pertanyaan dari capres nomor urut 01, Joko Widodo.

Pada debat tadi malam, Prabowo mengatakan ia memperbolehkan enam napi koruptor jadi caleg dari Partai Gerindra karena kadar korupsi yang dilakukan tak seberapa.


Atas kalimat Prabowo tersebut, Arie pun mengungkapkan unek-unek dirinya di media sosial dan bertanya kepada sejumlah anggota tim BPN Prabowo-Sandi.


"Kak @FaldoMaldini mau nanya dong. "Korupsi gak seberapa" itu kira-kira sebanyak apa ya?," tanya Arie kepada jubir BPN Prabowo-Sandi, Faldo Maldini.





Tak mendapatkan respons dari caleg PAN tersebut, Arie pun kembali bertanya kepada BPN Prabowo-Sandi. Kali ini ia menyasar koordinator Jubir Prabowo-Sandi, Dahnil Simanjuntak.

"Mas ini serius saya mau nanya, "korupsi tidak seberapa" itu nominal rupiahnya berapa banyak? Mohon pencerahan. Arie, rakyat jelata dari Buton," kata Arie.



[Gambas:Video CNN]

Selain Arie, ada pula sutradara Ernest Prakasa yang ikut berceloteh usai debat pilpres perdana 2019 rampung digelar. Ernest bahkan mengulas debat perdana tersebut dan membandingkannya dengan gim perang Mobile Legend.

"Andai Prof @mohmahfudmd yg ada di samping @jokowi, pasti akan terjadi pembantaian," kata Ernest.



"Ibarat Mobile Legend, KMA ini fungsinya Tank. Emang gausah neko2, timnya jadi kebal diserang pake jurus Ultimate kubu 02: Agama." lanjut Ernest.



Budayawan Sudjiwo Tedjo punya pemikiran yang lain. Ia mengkritik debat tadi malam dan menyebutnya "tak ada rasa". Ia pun meminta Komisi Pemilihan Umum mempertimbangkan urgensi keberadaan debat dalam laga Pilpres 2019.

"Ada data. Ada program. Tapi tak ada rasa. Mending KPU mempertimbangkan apakah selanjutnya bangsa ini masih memerlukan debat-debat calon presiden?," kata Sudjiwo Tedjo.

"Data bisa diada-adakan. Program bisa diada-adakan. Tapi tidak [dengan] rasa. Terima kasih undangannya. Maaf tak bisa hadir karena ada acara yang sudah lama terjadwal," lanjutnya.



Setelah itu, Sudjiwo Tedjo memberikan komentar terkait upaya salah satu moderator Ira Koesno yang meminta masing-masing pasangan calon memberikan pujian atas penampilan lawannya.



"Penghulu nikah bicara seperti kepada anak TK : Acara sudah selesai, hayooo sekarang setiap mempelai mengucapkan pujian kepada pasangannya dan menyampaikan pesan cinta ...," kata Sudjiwo Tedjo.

"Kedua mempelai: Maaf Pak Penghulu, barusan itu acara akad nikah, bukan acara debat lho.. nyadar nggak?" lanjutnya.

Musisi Iwan Fals tak ketinggalan memberikan komentar usai debat perdana capres rampung digelar. Ia yang mengaku deg-degan jelang debat, memberikan komentar atas penampilan debat, terutama tentang Ira Koesno.

"01 & 02 nya santai, tp kok mbak Iranya galak banget ya..." kata Iwan Fals.



Begitu debat usai, Iwan bahkan mengadakan jajak pendapat alias japat kepada netizen dengan memberikan pilihan antara 01 atau 02.

Setelah 16 jam japat dilakukan, terkumpul lebih dari 22 ribu suara dengan hasil sementara sebanyak 72 persen suara untuk nomor urut 02 dan 28 persen untuk suara nomor urut 01.





"Busseet dah, klo ginian responnya cepat banget ya..." kata Iwan Fals.


Debat perdana Pilpres 2019 yang rampung digelar tadi malam berlangsung dengan lancar dengan kedua pasangan calon yang berlaga memberikan visi, misi, serta pandangan mereka terkait topik hukum, korupsi, dan terorisme. Kedua pasangan calon pun saling adu argumen serta beberapa kali saling sindir.

Pakar semiotika dari Universitas Padjadjaran (Unpad) Kunto Adiwibowo mengatakan keunggulan Prabowo-Sandi terlihat dari sikap lebih tenang yang ditunjukan pasangan capres-cawapres bernomor urut 02 itu dalam menjawab berbagai pertanyaan.

"Prabowo-Sandi lebih unggul, karena lebih cair atau rileks. Sementara Jokowi-Ma'ruf terlihat tegang," kata Kunto kepada CNNIndonesia.com, Kamis (17/1).

Kekompakan di antara Prabowo-Sandi lebih terlihat dibandingkan Jokowi-Ma'ruf. Keberadaan naskah atau sontekan mengganggu performa Jokowi dalam menjawab berbagai pertanyaan dalam debat.

[Gambas:Video CNN]

(end)