Mantan Asisten Mariah Carey Mengaku Jadi Korban Kekerasan

Endro Priherdityo, CNN Indonesia | Jumat, 18/01/2019 11:26 WIB
Mantan Asisten Mariah Carey Mengaku Jadi Korban Kekerasan Mariah Carey. (REUTERS/Mario Anzuoni)
Jakarta, CNN Indonesia -- Lianna Shakhnazaryan, mantan asisten yang digugat oleh Mariah Carey membuat sebuah gugatan baru. Dalam gugatan tersebut, ia mengaku menjadi korban kekerasan juga pelecehan seksual dan fisik selama bekerja dengan Carey.

Diberitakan Variety, dalam dokumen gugatan yang diajukan Shakhnazaryan alias Azarian, ia menyebut bahwa dirinya kerap dipanggil "pelacur" dan dikencingi.

Dalam gugatan yang diajukan ke Mahkamah Agung Los Angeles, Azarian mengaku sering disiksa oleh manajer Carey, Stella Bulochnikov. Menurutnya, Bulochnikov kerap menampar bokong dan payudaranya, menjepitnya, dan duduk di atas dirinya.


Dia juga mengklaim bahwa Bulochnikov akan menahannya dan mengencingi dirinya. Dia menyebut sang manajer juga menyebutnya sebagai "pelacur Armenia".


Gugatan tersebut menyebutkan bahwa Mariah Carey mengetahui perilaku kasar Bulochnikov kepada Azarian, tapi justru memaafkannya. Bahkan Azarian menyebut tindakan pelecehan tersebut kadang terjadi di depan pelantun 'We Belong Together' itu.

Shakhnazaryan mengaku dalam dokumen pengadilan itu bahwa dirinya direkrut pada September 2015 dan ditawari gaji sebesar US$328.500 atau sekitar Rp4,6 miliar per tahun.

Namun dengan gaji tersebut, ia diminta untuk siap sedia 24 jam dalam sehari, bekerja tujuh hari dalam sepekan, dan membantu baik Carey dan Bulochnikov.

Sebagian besar gugatan yang diajukan Shakhnazaryan memang menantang Bulochnikov. Akan tetapi Azarian juga menyebut Mariah Carey sesekali juga melakukan kekerasan fisik dan psikologis kepadanya.

Shakhnazaryan mengaku dalam gugatannya bahwa dia dipecat pada 2017 setelah melaporkan perlakuan Bulochnikov kepada Mariah Carey ketika berada di sebuah resor di Connecticut, dikutip dari Variety.


Gugatan ini menambah drama gugatan yang ada dalam hidup Mariah Carey.

Baru-baru ini Mariah Carey membuat sebuah gugatan terhadap Azarian dan menuntut ganti rugi setidaknya US$3 juta atau sekitar Rp42,4 miliar karena dianggap telah melanggar perjanjian kerahasiaan, kelalaian, dan pencurian.

Menurut dokumen pengadilan, Shakhnazarian merupakan asisten Carey mulai dari Maret 2015 hingga November 2017.

"Ketika mantan manajer personal penggugat Mariah Carey merekrut tergugat Lianna Shakhnazarian alias Azarian sebagai asisten eksekutif untuk membantu bisnis dan kehidupan personal Mariah, asisten eksekutif tersebut menjadi seorang penipu, pengintip, dan pemeras," kata dokumen gugatan tersebut, dikutip dari ET.

Gugatan itu pun bukan yang pertama pada 2019. Pada awal Januari lalu, Mariah Carey baru merampungkan masalah hukumnya dengan mantan manajernya, Stella Bulochnikov.

Bulochnikov menggugat Mariah Carey atas tuduhan pelecehan seksual, lima bulan setelah dirinya dipecat oleh sang diva. Padahal, sebelumnya keduanya dikenal bersahabat dan sang manajer juga tampil di serial kehidupan si penyanyi, Mariah's World (2016).

[Gambas:Youtube] (end)