Chrissy Teigen Hingga Ariana Grande Pamer Lihat Supermoon

Endro Priherdityo, CNN Indonesia | Senin, 21/01/2019 18:04 WIB
Chrissy Teigen Hingga Ariana Grande Pamer Lihat Supermoon Ilustrasi Supermoon. (REUTERS/Mike Segar)
Jakarta, CNN Indonesia -- Fenomena supermoon ternyata juga menarik bagi sejumlah selebritas Hollywood. Mulai dari istri John Legend, Chrissy Teigen hingga Ariana Grande pamer menyaksikan fenomena alam tersebut.

Fenomena 'super blood wolf moon' dan diikuti gerhana Bulan total diketahui terjadi pada Minggu (20/1) malam waktu Amerika Serikat atau Senin (21/1) waktu Indonesia.

Namun, kedua fenomena ini tidak akan terlihat dari langit Indonesia pada malam nanti. Alih-alih pengamat di Indonesia hanya bisa melihat fenomena supermoon saja.



Mengalami fenomena supermoon lebih dulu dibanding di Indonesia, istri John Legend, Chrissy Teigen sengaja menghentikan kegiatannya memasak untuk putrinya, Luna, dan John untuk melihat Bulan yang tampak lebih besar.

Ia bahkan hanya mengenakan handuk dan membawa serta anjingnya untuk melihat fenomena alam tersebut.



"Kami di sini mengamati Bulan 2019. Kami di luar dan ini cantik, kan, Paul?" kata Teigen kepada anjingnya.

Teigen memang tampak sudah amat menantikan menyaksikan supermoon ini. Hal itu terlihat dari unggahan dia sebelumnya yang mencantumkan jadwal serta durasi fenomena tersebut di Los Angeles.

"Super duper blood wolf blood super moon malam ini! Yang berikutnya 18 tahun lagi. Ambil bagian, buang yang menahan kalian sekian lama. Mulai hal yang baru dan lebih baik! Saya tak tahu apakah ini akan benar berhasil tapi ini tak ada salahnya," kata Teigen.



Bukan hanya Chrissy Teigen yang terpukau akan supermoon, Ariana Grande juga mengungkapkan kekagumannya akan pemandangan alam tersebut. Ariana mengunggah sebuah video di fitur Story di akun Instagram miliknya berisi pemandangan supermoon.

"Jujur saja, [saya] suka blood moon," kata Ariana dalam kicauannya di Twitter.



Aktris Halle Berry juga mengungkapkan dirinya menyaksikan fenomena super blood wolf moon. Dengan mengunggah sebuah foto, Berry mengungkapkan kekagumannya.

"Blood Moon malam ini langka dan menakjubkan, menandai Bumi Bulan dan matahari yang sejajar dan permulaan dari siklus gerhana dua tahunan. Melihat ke atas dan bertukar pesannya dengannya, doa, harapan, apa pun. Sebuah pikiran positif kecil untuk memulai siklus baru dapat menciptakan kebaikan!" kata Berry.





Supermoon adalah fenomena ketika Bulan pada posisi lebih dekat dengan Bumi karena orbitnya yang berbentuk lonjong atau elips. Hal itulah yang akan membuat Bulan terlihat 30 persen lebih bercahaya dan besar ketika berada pada posisi yang lebih dekat dengan Bumi.

Sementara itu, super blood wolf moon diketahui terjadi ketika bulan berada di orbit terdekat dengan bumi (super) dan akan berwarna kemerahan (blood) saat jelang terjadinya fenomena gerhana. Hal ini terjadi karena Bulan memantulkan cahaya Matahari menjelang gerhana total.

Di sisi lain, sebutan wolf yang berarti serigala diambil dari Alamanac Petani Kuno di negara-negara Barat ketika bulan purnama terjadi di Januari, seperti dilaporkan BGR.


"Gerhana bulan total tidak bisa diamati di Indonesia. Hanya Amerika dan Eropa," terang Kepala Lembaga Astronomi dan Penerbangan Nasional (LAPAN), Thomas Djamaluddin saat dihubungi CNNIndonesia.com melalui pesan singkat pada Senin (21/1).

Kendati demikian, Thomas membenarkan bahwa Indonesia setidaknya masih kebagian cahaya supermoon. Fenomena itu akan terjadi hari ini sepanjang malam.

"Secara astronomi tidak ada keistimewaan [supermoon pada 21 Januari]. Namun publik tertarik mengamati supermoon, saat purnama terdekat," ungkapnya. (end)