Gambaran Kerasnya Jakarta dalam Klip 'Introgasi' Laze

Tim, CNN Indonesia | Rabu, 23/01/2019 11:32 WIB
Gambaran Kerasnya Jakarta dalam Klip 'Introgasi' Laze Laze merilis single terbaru tentang kerasnya Jakarta. (Foto: CNN Indonesia/Harvey Darian)
Jakarta, CNN Indonesia -- Rapper Havie Parkasya alias Laze kian produktif di awal tahun 2019. Hari ini ia baru merilis video musik lagu Introgasi yang merupakan salah satu lagu dari album perdana bertajuk Waktu Bicara (2018).

Bila diperhatikan, lagu Introgasi seperti bercerita tentang pendatang baru yang kaget dan tertekan dengan kehidupan Jakarta. Persis seperti orang yang sedang diinterogasi dengan berbagai pertanyaan.

Pun pada awal lagu terdapat potongan dialog Slamet (Dono) dalam film Gengsi Dong (1980). Slamet diceritakan sebagai orang kaya di desa yang kaget dengan gaya hidup Jakarta.


"Jakarta memang kota keras, kalah bersaing akan digilas," kata Dono. 


Laze nampaknya ingin benar-benar menceritakan kerasnya kota Jakarta dalam video ini secara tidak langsung. Dibuka dengan adegan dirinya yang sedang diwawancara untuk mendapat kerja.

Walau terdengar seperti percakapan biasa, beberapa percakapan wawancara tersebut sarat makna. Mulai dari dunia seni yang masih belum mendapat apresiasi baik dan keinginan bekerja hanya untuk mendapat uang demi kesenangan.

[Gambas:Youtube]

Video dilanjutkan dengan menampilkan beberapa sudut berantakan kota Jakarta. Seperti tempat sabung ayam, pasar kaget di pinggir jalan dan gang-gang kumuh yang padat rumah.


Lewat adegan itu Laze seakan ingin memberi tahu bahwa Jakarta tak seindah yang dibayangkan. Masih banyak orang tertindas, atau tergilas, seperti penyataan Slamet.

Adegan blusukan Laze disulam dengan adegan wawancara kerja. Juga dengan adegan Laze yang bertemu dengan personel kolektif hip hop ONAR.

Karakter video musik ini nampak serupa dengan video musik Laze sebelumnya yang bertajuk Mengerti. Hal ini wajar, pasalnya Mengerti yang juga bagian dari album Waktu Bicara, Laze sempat menjelaskan album tersebut bercerita tentang orang yang gegar budaya ketika datang ke Jakarta.
(adp/rea)