Manajer Dewa 19 Sudah Antisipasi Penahanan Ahmad Dhani

Tim, CNN Indonesia | Senin, 28/01/2019 17:53 WIB
Manajer Dewa 19 Sudah Antisipasi Penahanan Ahmad Dhani Dewa 19 akan tetap konser di Malaysia meski tanpa Ahmad Dhani karena ia dipenjara 1,5 tahun. (CNN Indonesia/Resty Armenia)
Jakarta, CNN Indonesia -- Absennya Ahmad Dhani dalam konser reuni Dewa 19 di Malaysia Sabtu (2/2) mendatang sudah diantisipasi manajer Republik Cinta Management (RCM). Dhani terancam tidak hadir karena divonis 1,5 tahun penjara oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

Fan Dewa 19 di Malaysia pun diprediksi bakal kecewa karena Dhani langsung dijebloskan ke penjara usai putusan. "Saya tidak menduga seperti ini keputusannya, sebetulnya ya. Cuma antisipasi, di dalam perjannjian saya sudah antisipasi itu," kata Dian melalui sambungan telepon saat dihubungi CNNIndonesia.com, Senin (28/1) sore.

Musisi asal Surabaya itu dinyatakan bersalah dalam kasus ujaran kebencian.



Konser reuni Dewa 19 di Malaysia pun terancam tak dihadiri Dhani. Konser itu bakal diselenggarakan di Stadium Malawati Shah Alam, dan menghadirkan beragam vokalis Dewa 19 termasuk Ari Lasso dan Once, serta menghadirkan Dhani yang disebut sang mastermind.

Dalam fitur Instagram Story DEWA19ReunionMY, Dhani sudah terlanjur dipastikan hadir.

Meski tanpa Dhani, Dian menegaskan Dewa 19 tetap akan konser. Ia masih belum bisa memastikan apakah akan ada pengganti Dhani atau tidak. Dirinya pun belum tahu apakah akan meminta izin agar Dhani bisa keluar penjara barang satu hari untuk konser.

Namun yang jelas seluruh tim Dewa 19 akan berangkat ke Malaysia 31 Januari mendatang.

"Untuk penggemar, ya kami akan membuat konser ini the best meski tanpa Dhani. Ada Once di situ ada Ari Lasso, enggak kalah [dari Dhani]," kata Dian.

Dhani disebut menggunakan akun Twitter-nya, @AHMADDHANIPRAST untuk menimbulkan kebencian terhadap suatu golongan dengan menyuruh melakukan, menyebarkan informasi atas golongan berdasarkan suku, agama dan ras. Ia pun terbukti melanggar Pasal 45A ayat (2) juncto Pasal 28 ayat 2 Undang-undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP).
Dhani langsung ditahan usai majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan membacakan vonis. Saat hendak menuju mobil tahanan Dhani sempat mengutarakan pendapatnya atas vonis hakim. "Kalau saya merasa enggak pernah melakukan ujaran kebencian," katanya.

Dian mengaku tidak tahu bahwa Dhani langsung dibawa ke penjara.

"Jadi saya belum bisa ngomong apa-apa, ini baru terjadi," kata Dian. (adp/rsa)