Wujud Mimpi Kolaborasi 4 Tahun Gerald Situmorang di 'META'

Tim, CNN Indonesia | Minggu, 03/02/2019 03:33 WIB
Wujud Mimpi Kolaborasi 4 Tahun Gerald Situmorang di 'META' Gitaris Gerald Situmorang berkolaborasi dengan pianis Sri Hanuraga untuk mewujudkan mimpi 'META'. (Foto: Dok. Pribadi)
Jakarta, CNN Indonesia -- Gitaris Gerald Situmorang merilis album berkolaborasi dengan pianis Sri Hanuraga, alias Aga. Album bernuansa jazz ini bertajuk 'META'.

Disebutkan dalam press rilis yang diterima CNNIndonesia.com, album ini merupakan bentuk kreativitas Gerald di jeda penantian rilis album kedua Barasuara.

Gerald memang gitaris band Barasuara, yang disebut juga segera merilis album kedua tak lama lagi. Ketika dihubungi CNNIndonesia.com lewat teks ponsel, Gerald mengakui dirinya mengerjakan META dan album kedua Barasuara tersebut dalam waktu hampir bersamaan.


"Pengerjaannya barengan. Jadi kalau latihan [bersama Aga] pertama kali pada Desember 2017, itu kan menjelang-jelang libur ya, terus kita rekam pianonya Aga di Januari 2018, Bara enggak gitu padet jadwalnya, biasa, awal tahun. Jadi gue memang fokus untuk rekaman album ini," kata Gerald.


"Nah, cuma setelah itu gue kan pengen beneran ngusahain [rekam] gitar dan segala macem, cuma pada saat itu tiba-tiba jadwal Barasuara mulai padat lagi. Akhirnya gue baru mulai rekaman gitarnya di bulan Mei, Juni, Juli gitu, di tengah lagi rekaman album Barasuara juga," lanjutnya.

"Jadi gue memang benar diselang-seling. Kalau memang Barasuara enggak lagi rekaman, gue rekam [untuk META]. Ibaratnya, kalau libur dari Barasuara, gue enggak libur untuk main-main, tapi liburnya rekaman album ini [META]," ucap pria yang dikenal mempunyai beberapa proyek instrumental ini.

Gerald mengakui, Aga bukanlah orang baru untuknya. Keduanya telah saling mengenal sejak 2014 saat bermain bersama di Red White Lounge. Kala itu Gerald masih bersama Gerald Situmorang Trio dengan Aga sebagai penampil undangan. Pengalaman berkolaborasi dengan pianis inilah yang menjadi hal baru bagi Gerald yang lebih terbiasa dengan gitar akustik dalam proyek Sketsa.

Di acara mingguan tersebut, selalu ada sesi Gerald-Aga main berdua saja, yang akhirnya menciptakan kecocokan percikan kimia keduanya.


"Gitar-piano itu lumayan tricky, karena dua-duanya instrumen yang bisa mainin harmoni. Jadi harus benar-benar tahu si pianisnya ngapain, harus benar-benar dengerlah satu sama lain. Voicing-nya, pianonya gimana, harmoni yang dimainin biar enggak nabrak," ucap Gerald.

Pada Februari 2014, Gerald dan Aga memainkan lagu Something New yang kelak masuk dalam album META. Saat itulah, mereka tahu dijodohkan untuk membuat album bersama-sama, meskipun obrolan untuk itu baru ada pada 2016 setelah keduanya dipertemukan dalam konser Monita Tahalea 'Dandelion'.

"Pas gue denger [Something New], gue langsung 'wihh', kayak terkoneksi. Pas gue dengar, agak menginterpretasikan lagunya automatically kayak dinaikin levelnya, bagi gue pribadi ya. Jadi gue belajar banyak dari dia [Aga], pada hari H itu," ucap Gerald, mengingat kembali momen tersebut.

Meski sudah ada keputusan untuk membuat album dalam format duo, kesulitan menyamakan jadwal membuat kedua musisi ini terpaksa saling bersabar. Prosesnya pun dilakukan setahap demi setahap, tidak bersamaan, apalagi Aga punya kesibukan dengan Sri Hanuraga Trio bersama Dira Sugandi.


Gerald, yang telah mengetahui gaya bermain Aga pun menulis sendiri empat lagu untuk META. Di latihan bersama untuk pertama kalinya pada 2017, mereka mendapat tiga lagu lagi.

Di 2018, di tengah proses menjalani syuting video musik Ify Alyssa, Gerald tiba-tiba mendapat inspirasi yang langsung diwujudkannya segera setelah sampai di rumah. Hasilnya, sebuah lagu bertajuk Perjalanan Menuju Ke Sana.

META memuat 11 lebih dengan satu lagu instrumental. God of Dragons dipilih menjadi single perdana. Album ini sendiri akan diluncurkan pada 9 Februari mendatang di Salihara Jazz Buzz: Jazz Sans Frontier di Komunitas Salihara, Jakarta Selatan sebanyak dua kali pertunjukan, masing-masing pada 16.00 dan 18.00 WIB. (rea)