Kasus Pelecehan Seks di Kelab Malam Milik Seungri 'Bigbang'

Tim, CNN Indonesia | Senin, 04/02/2019 14:40 WIB
Kasus Pelecehan Seks di Kelab Malam Milik Seungri 'Bigbang' Kelab malam yang sebagian dimiliki Seungri 'Bigbang' menjadi lokasi pelecehan seksual. (Ilustrasi/AFP PHOTO / DANIEL MIHAILESCU)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kelab malam Burning Sun di Seoul, Korea Selatan sedang menghadapi masalah terkait pelecehan seksual. Personel BigbangSeungri ikut memiliki sebagian saham kelab itu.

Karyawan Burning Sun disebut menggeret klien perempuan mereka ke ruangan VIP untuk dilecehkan secara seksual. Polisi juga dilaporkan menjadi bagian dari 'skenario' itu. Seorang pria, mengutip AllKPop, disebut hendak melindungi perempuan itu, namun justru dikeroyok dan dipukuli oleh karyawan kelab serta polisi yang menjadi klien.

Dispatch, media gosip yang kerap membongkar fakta mengejutkan di Korea, mengunggah percakapan antara karyawan dan klien di Burning Sun terkait pelecehan seksual itu. Warganet pun mengungkap bahwa eksekutif manajer Burning Sun berteman baik dengan Seungri.



Namun Seungri membantah bahwa ia tahu dan menjadi bagian dari pelecehan yang terjadi.

Senin (4/2) Burning Sun pun merilis pernyataan yang menyebut bahwa mereka sudah menyerahkan seluruh rekaman video dan kopiannya kepada pihak berwajib yang menangani kasus itu. Mereka pun mengakui tragedi pelecehan seksual di salah satu ruangan benar terjadi.

"Orang yang bertanggung jawab atas kejadian itu sudah dipecat. Saat ini kami secara aktif bekerja sama dengan kepolisian dan jaksa penyidik, dan akan menerima hukumannya sesuai hukum," demikian mereka memberi pernyataan, seperti dikutip dari AllKPop.


Meski begitu, Burning Sun menegaskan bahwa penggunaan obat pemerkosaan dalam pelecehan seksual itu hanya rumor belaka. "Kami tidak bisa mengakui itu dan kami bekerja sama secara aktif dengan penyidik soal ini," mereka melanjutkan soal keberadaan obat itu.

Yang jelas, Burning Sun menegaskan, mereka tidak mendukung penjualan obat-obatan dan perilaku tidak senonoh di kalangan karyawan maupun klien.

"Kami juga tidak menjual narkoba kepada konsumen melalui CEO kelab atau karyawan lain. Jika tudingan ini benar setelah penyelidikan oleh polisi, kami akan menutup Burning Sun."


Burning Sun pun mengaku telah memberi pendidikan soal pelecehan seksual kepada para karyawannya dan selalu membahas betapa pentingnya menghormati klien.

Atas tragedi yang terjadi, Burning Sun sementara ini tidak membuka ruang VIP untuk konsumen. Alih-alih, itu digunakan sebagai ruang ganti untuk para klien perempuan agar merasa nyaman. Kelab malam itu juga akan meminimalisasi ruangan tanpa CCTV. Karyawan yang punya catatan kriminal pun akan mereka evaluasi lagi untuk kemudian diberhentikan.

"Kami akan membuka akun KakaoTalk resmi Burning Sun jadi kami bisa menerima protes dan laporan dari klien perempuan saat itu juga, dan segera bereaksi," tutup mereka.

[Gambas:Video CNN] (rsa)