FOTO: Pentas Wayang Potehi Menembus Batas Zaman

ANTARA FOTO/Putra Haryo Kurniawan, CNN Indonesia | Selasa, 05/02/2019 23:48 WIB

Jakarta, CNN Indonesia -- Pementasan Wayang Potehi biasanya menjamur di awal tahun menjelang perayaan Imlek atau Tahun Baru China.

Pementasan Wayang Potehi biasanya menjamur di awal tahun menjelang perayaan Imlek atau Tahun Baru China. Itu pun menjadi ladang rezeki bagi para dalang dan kru nya. (ANTARA FOTO/Putra Haryo Kurniawan)
Wayang Potehi diawali alunan musik khas Tiongkok yang identik dengan suara tabuhan tambur ditambah gesekan erhu yang memecah keramaian. (ANTARA FOTO/Putra Haryo Kurniawan)
Siang itu di salah satu pusat perbelanjaan di Jakarta, sedikit demi sedikit kursi penonton yang kosong pun mulai terisi. Semua antusias menyaksikan Wayang Potehi. (ANTARA FOTO/Putra Haryo Kurniawan)
Kali ini yang menjadi dalam adalah Sugiyo Waluyo, atau akrab dipanggil Dalang Subur. Ia bersama kelompok Fuk Ho Ann datang dari Surabaya untuk mementaskan Wayang Potehi. (ANTARA FOTO/Putra Haryo Kurniawan)
Subur yang menjadi She Hu atau dalang, ditemani Sanjaya sebagai Jie Jiu atau asisten. (ANTARA FOTO/Putra Haryo Kurniawan)
Berada di bilik seluas sekitar tiga meter, mereka ditemani sejumlah pemusik yang selalu siap membawa penonton menikmati cerita. Musik memainkan peranan penting dalam pentas. (ANTARA FOTO/Putra Haryo Kurniawan)
Dalang Subur tengah membawakan cerita ‘Sie Kong Hoan Tong,’ yang mengisahkan perjalanan pendeta bernama Sie Kong yang berjuang ingin merebut kembali kedinastian Tong. (ANTARA FOTO/Putra Haryo Kurniawan)
Wayang Potehi bisa punya beragam cerita, yang paling sering dipentaskan adalah karakter utama seperti Sun Go Kong, Cut Pat Kay, dan Sie Kong. (ANTARA FOTO/Putra Haryo Kurniawan)
Wayang Potehi merupakan kesenian klasik peninggalan zaman kekaisaran China. Ia sempat surut karena dilarang saat Orde Baru lantaran dianggap menyebarkan propaganda politik. (ANTARA FOTO/Putra Haryo Kurniawan)
Wayang Potehi mulai kembali eksis ketika masa Presiden Gus Dur. Ia menjadi bukti penting adanya percampuran budaya Tionghoa dan Jawa. (ANTARA FOTO/Putra Haryo Kurniawan)
Wayang Potehi terbuat dari kayu mahoni lunak dan dibalut oleh aneka kostum khas China. (ANTARA FOTO/Putra Haryo Kurniawan)