Terkait Pelecehan, Konser Seungri 'Bigbang' Sepi Peminat

Tim, CNN Indonesia | Kamis, 07/02/2019 21:56 WIB
Terkait Pelecehan, Konser Seungri 'Bigbang' Sepi Peminat Seungri 'Bigbang' disebut terkait dengan kelab malam yang menjadi lokasi pelecehan seksual. (Jaky Mtz/Wikipedia)
Jakarta, CNN Indonesia -- Sejumlah calon penonton konser solo Seungri memutuskan membatalkan tiket yang telah mereka beli. Disebut-sebut, itu terkait dengan kasus pelecehan seksual yang menyandung sebuah kelab malam di Korea Selatan yang sebagian sahamnya dimiliki sang personel Bigbang.

Karyawan Burning Sun--nama kelab malam itu--disebut menggeret klien perempuan mereka ke ruangan VIP untuk dilecehkan secara seksual. Polisi juga dilaporkan menjadi bagian dari 'skenario' itu. Seorang pria, mengutip AllKPop, disebut hendak melindungi perempuan itu, tapi justru dikeroyok dan dipukuli oleh karyawan kelab serta polisi yang menjadi klien.

Dispatch, media gosip yang kerap membongkar fakta mengejutkan di Korea, mengunggah percakapan antara karyawan dan klien di Burning Sun terkait pelecehan seksual itu. Warganet pun mengungkap bahwa eksekutif manajer Burning Sun berteman baik dengan Seungri.



Namun Seungri membantah bahwa ia tahu dan menjadi bagian dari pelecehan yang terjadi.

Meski demikian, penggemar Seungri masih kecewa. Beberapa dari mereka membanjiri penyedia tiket dengan pertanyaan tentang tata cara pengembalian uang untuk pembatalan tiket.

Menurut berbagai situs tiket yang ditelusuri AllKPop per hari ini, Kamis (7/2), ada sekitar 394 kursi masih tersedia untuk pertunjukan pada 16 Februari dan 454 kursi tersedia untuk pertunjukan 17 Februari. Kekosongan itu belum termasuk dari mereka yang batal.


Padahal konser Seungri mendatang merupakan bagian dari tur solo bertajuk 'The Great Seungri.' Konser itu bakal menutup rangkaian tur yang telah dijalani sejak Agustus tahun lalu dan menandai kegiatan terakhirnya sebelum ikut wajib militer.

Burning Sun sudah mengeluarkan pernyataan resmi terkait kasus pelecehan seksual yang menjerat mereka. Mereka mengakui pelecehan seksual itu terjadi dan sudah menyerahkan seluruh rekaman video dan kopiannya kepada pihak berwajib yang menangani kasus itu.

Kelab itu sendiri sudah melakukan beberapa tindakan internal, seperti pemecatan orang yang bertanggung jawab atas kejadian itu dan tidak membuka ruang VIP untuk konsumen sementara. (agn/rsa)